logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 1 November 2003 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Batang Akan Bangun Pelabuhan Niaga dan PPI

BATANG-Pelabuhan Batang akan dikembangkan menjadi pelabuhan niaga dengan luas areal 15 hektare, dengan perkiraan investasi keseluruhan mencapai Rp 120 miliar. Lokasi yang akan dikembangkan di sebelah barat Kali Sambong.

Sedangkan pelabuhan pendaratan ikan (PPI) akan dikembangkan lebih luas lagi, mencapai 6.8 hektare. ''Lokasinya di sisi timur Kali Sambong,'' ujar Kabid Perekonomian Bappeda Subiyanto SE MM, kemarin.

Pembangunan dua fasilitas itu merupakan program Pemkab untuk ''menjual'' Batang kepada investor. Karena sektor perikanan dan kelautan merupakan primadona yang menjanjikan. Kondisi sekarang ini, pelabuhan Batang sama sekali belum dimanfaatkan sebagai pelabuhan niaga.

Sementara PPI Klidanglor, lokasinya dirasakan oleh para nelayan sudah mendesak untuk segera diperluas. Dalam rangka mengundang investor untuk menanamkan investasi di Kabupaten Batang, berbagai cara dilakukan. Antara lain dengan mengadakan gelar investasi yang dihadiri para pengusaha.

''Gelar investasi diadakan untuk memamerkan potensi dan peluang invetasi serta pengembangan usaha. Mengingat Batang berada pada jalur ekonomis strategis,'' jelas Kasubid Perindustrian, Perdagangan dan Dunia Usaha, Putut Husamadiman SE. Untuk itu, Pemkab Batang memberikan kemudahan bagi investor.

Kemudahan Izin

Di kawasan industri Tragung dan kawasan pariwisata Sigandu-Ujungnegoro diberi kebebasan/keringanan untuk memperoleh izin prinsip, izin lokasi, retribusi, HO, dan IMB.

''Sedangkan di lokasi zona industri Tragung sampai Gringsing akan diberi kemudahan serta keringanan perolehan izin prinsip dan izin lokasi. Ini semua untuk memudahkan investor yang akan berinvestasi,'' papar Subiyanto.

Dia menambahkan, Batang memiliki sumber daya alam yang belum dioptimalkan. Untuk itu, peluang dan kerja sama ditawarkan kepada para pengusaha untuk mengolahnya.

Salah satu kandungan alam yang memiliki peluang untuk ditambang adalah batu trast di Desa Cokro, Kecamatan Blado. Hasil tambang ini banyak dimanfaatkan untuk pembuatan batako.

Selain itu juga batu andesit di Desa Gombong, Kecamatan Subah. Batu andesit di kota-kota besar digunakan untuk ornamen bangunan rumah. Selain di Subah, juga terdapat di Dusun Kayuabang, Desa Gerlang, Kecamatan Blado.

''Pemerintah juga menawarkan kepada investor untuk menggarap pusat perdagangan, meliputi pembangunan pasar dan rumah toko (ruko). Selain mengisi lokasi kawasan industri Tragung dan Kawasan Pantai Sigandu-Ujungnegoro,'' kata Putut.(ar-49)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA