
| Sabtu, 1 November 2003 | Jawa Tengah - Banyumas |
Korban Keracunan Oseng-oseng 15 Orang
PURBALINGGA - Korban keracunan jamur di Desa Losari, Kecamatan Rembang baru-baru ini ternyata tidak hanya dua orang, tapi 15 orang. Dua di antaranya dirawat di puskesmas, yaitu Wiardi (60) dan Sayudi (60). Belasan orang yang lain hanya mengalami gejala keracunan ringan. Karena terlambat dibawa ke puskesmas, Wiardi akhirnya meninggal. ''Sayudi bisa diselamatkan karena oleh keluarganya malam itu langsung dibawa ke puskesmas. Adapun Wiardi baru keesokan harinya dibawa ke puskesmas,'' kata dr Sularso, Kasubdin Kesehatan Promotif, Pencegahan, dan Pemberantasan Penyakit pada Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial (DKKS), Jumat (31/10), meluruskan berita ''Tewas setelah Makan Jamur'' (SM, 29/10). Dia menambahkan, Wiardi ketika dibawa ke puskesmas sudah mengalami dehidrasi (kekurangan cairan) berat. Korban sepanjang malam muntah dan diare. Petugas puskesmas yang menerima korban segera memberikan pertolongan. Namun, meskipun sudah bekerja keras, petugas puskesmas akhirnya gagal menyelamatkan jiwa korban. Tak Ada Sisa Jamur Jamur yang diambil Wiardi dan Sayudi dari bawah pohon melinjo di kebun itu ternyata tidak untuk sendiri. Sebagian jamur itu diberikan kepada enam keluarga tetangganya. Wiardi memasak jamur berbau harum itu dengan dicampur jengkol, sedangkan Sayudi dimasak oseng-oseng. Pada malamnya mereka mengeluh pusing, mual, sakit perut, muntah, dan diare. Sularso mengaku belum tahu jenis jamur tersebut. Jamur itu juga tidak dikirim ke laboratorium. Sewaktu datang ke rumah korban, pihaknya sudah tidak menemukan sisa masakan atau sisa jamur yang belum dimakan. Keluarga korban kemudian menyuruh orang untuk mengambilkan jamur serupa di kebun tempat Wiardi dan Sayudi mengambil jamur. ''Jamur yang diambilkan orang tadi tidak bisa dijadikan sampel untuk dikirim ke laboratorium. Yang bisa dijadikan sampel adalah sisa masakan atau sisa jamur yang belum dimakan. Jamur lain meskipun sama dan sejenis tidak bisa dijadikan sampel. Kami tidak yakin jamur yang diambilkan orang itu sama dengan yang dimakan korban. Karena itu, jamur tidak kami kirim,'' ujarnya. (F10-80e) |