logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 1 November 2003 Jawa Tengah - Kedu & DIY  
Line

Gebyar Ramadan

Masjid Gedhe Kauman Sediakan 500 Takjil

YOGYAKARTA-Bukan shalat wajib atau shalat sunat. Pemandangan ramai rutin setiap sore hari selama bulan Ramadan akan terlihat di Masjid Gedhe Kauman, Kota Yogyakarta. Setiap hari selama bulan puasa, masjid itu menyediakan sekitar 500 takjil bagi umat Islam yang akan melakukan buka puasa bersama.

Menurut Ketua Takmir HM Barir, tradisi takjilan tersebut sudah digelar sejak lama. Tamu yang datang juga bukan sekedar untuk mendapatkan makanan guna membatalkan puasa. Mereka datang untuk berbagai keperluan lain, khususnya ibadah shalat berjamaah.

"Apalagi masjid itu cukup besar dan termasuk kawasan keraton, sehingga cukup menarik perhatian masyarakat," ujar Barir kemarin. Selain masyarakat sekitar, para tamu banyak berdatangan dari daerah sekitar ataupun luar Kota Yogyakarta.

Takjilan berarti menyegerakan berbuka puasa yang juga dimaksudkan sebagai wujud ikatan sosial untuk peduli terhadap sesama anggota masyarakat. Maklum, banyak para tamu berdatangan dari tempat yang jauh sehingga mereka tidak mungkin membawa bekal untuk berbuka puasa.

Karena itu, pengurus takmir masjid yang terletak di daerah alun-alun utara tersebut mengadakan takjilan. Di masjid lain acara serupa juga diadakan tapi dalam jumlah relatif kecil. Untuk takjilan di Masjid Gedhe Kauman rata-rata dibutuhkan dana sekitar Rp 1.250.000, sekali acara.

Dana itu diperoleh melalui sumbangan donasi masyarakat. Begitu juga dalam pengadaan berbagai jenis hidangan. Semua dikerjakan bersama-sama hingga semua terasa ringan.

Kalaupun ada masalah, hanya kesulitan memprediksi jumlah tamu yang akan datang. Tiap tahun di Masjid Gedhe Kauman yang dibangun pada 1773, juga diadakan acara penyebaran udhik-udhik oleh Sultan Hamengku Buwono X. (P58-81s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA