
| Sabtu, 1 November 2003 | Jawa Tengah - Kedu & DIY |
Meski Hujan, Warga Didrop Air
KEBUMEN-Meskipun musim hujan telah tiba, para pelanggan PDAM warga Perumahan Korpri/RSS Jatimulyo, Alian, Kebumen, sampai saat ini masih terus dikirimi air bersih. Sebab, pasokan air ke pelanggan belum mengalir. Para pelanggan setiap dua hari sekali didrop air bersih dengan mobil tangki. Bahkan, mobil-mobil tangki air PDAM tersebut kadang harus lembur sampai larut malam. Kedatangan mobil tangki air bersih sangat dinantikan warga, terutama kaum ibu. Mengingat selama ini sebagian besar warga masih mengandalkan air bersih PDAM. Hanya sebagian kecil warga yang memiliki sumur cadangan di rumah. Akibatnya, bila dua atau tiga hari tak dikirimi air, persediaan air bersih pasti habis. Beberapa sumur yang ada menjadi rebutan, sehingga warga harus menimba sampai malam hari secara bergiliran. Wasono, warga Perum Korpri menuturkan, penderitaan pelanggan PDAM di bagian atas semakin terasa. Selama ini mereka dikirimi air secara rutin karena air PDAM tidak pernah mengalir. Begitu air macet total sejak kemarau lalu, jumlah pelanggan yang minta dikirimi air bersih dengan mobil tangki pun terus bertambah. Bahkan 2/3 pelanggan di Perum Korpri saat ini bergantung pada kiriman air. Air Waduk Petugas PDAM mengatakan, selama pengiriman ke pelanggan tidak mengambil air dari Waduk Sempor tapi dari pengolahan Bendung Pedegolan. Prioritas pengiriman adalah pelanggan di daerah atas, seperti Perumahan Korpri Jatimulyo dan Perumahan Gemesekti Kebumen. Semula PDAM menargetkan, begitu musim hujan tiba, pasokan air ke pelanggan bisa normal. Sebab, air dari pengolahan Waduk Sempor telah bertambah. Namun sesudah beberapa kali turun hujan, debit air PDAM belum bertambah signifikan. Padahal, saat ini pihak PDAM tengah mengerjakan proyek air bersih dengan mengolah air dari Sungai Luk Ulo. Proyek dengan dana Rp 1 miliar lebih tersebut dari APBD dan Pusat. Proyek air bersih dari Sungai Luk Ulo itu diharapkan mampu menambah debit 50 liter per detik. Proyek tersebut mulai dikerjakan sekitar Agustus lalu dan diharapkan selesai tiga bulan kemudian. Dalam jangka panjang, Pemkab merencanakan membangun instalasi air dari Waduk Wadaslintang di perbatasan Wonosobo. Namun, saat ini belum memiliki dana. Biaya instalasi pengolah berikut jaringaan dari Waduk Wadaslintang sampai Kebumen diperkirakan lebih dari Rp 22 miliar. (B3-81s) |