logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 1 November 2003 Jawa Tengah - Muria  
Line

Diharapkan Tak Ada "Pintu Belakang"

JEPARA - Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) harus berpihak kepada masyarakat, yaitu dengan menerapkan aturan yang transparan dan adil. Bukan berpihak kepada uang, suap, famili, dan konco-isme.

"Idealnya pengisian formasi CPNS di Jepara tidak dinodai perilaku oknum eksekutif dan legislatif, termasuk orang-orang yang ada di sekelilingnya," kata Alamsyah SS, Koordinator Komite Pemantau Kebijakan Publik (KPKP) Jepara dan Sekretaris Muadz SSos, kemarin.

Dikatakan, perilaku oknum yang merasa dirinya sok kuasa dan seolah-olah bisa menjadikan seseorang lolos seleksi dengan iming-iming minta suap, kolusi, maupun perkonco-an berbahaya dalam birokrasi modern.

Dosen Fakultas Sastra Undip itu mengingatkan, penerimaan CPNS akan fair play jika sistem yang diterapkan terukur dengan parameter yang jelas. Misalnya dalam seleksi administrasi, penskoran tes tertulis. "Juga ada jaminan, materi tes tidak bocor," tukasnya.

"Bupati Jepara harus berani memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa penerimaan CPNS ini murni dan tidak ada model lewat pintu belakang. Tentu saja, jaminan bukan sekadar lips service, melainkan benar-benar diwujudkan," kata Alamsyah.

KPKP memuji "keberhasilan" Pemkab Jepara mendapatkan formasi CPNS untuk 200 orang, terdiri atas 150 tenaga pendidik, 30 kesehatan, dan tenaga teknis tertentu 20 orang. Jumlah lowongan itu lebih tinggi dibandingkan daerah lain. Sebagai pembanding, Demak mendapat jatah 110 orang, Kudus 147 orang, Blora 115, Semarang 100, Salatiga 115, dan Banyumas 110.

Menanggapi imbauan itu, Bupati H Hendro Martojo mengatakan, seleksi CPNS di Jepara dilaksanakan sesuai aturan. "Tuntutan SDM yang unggul sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi. Sebagai contoh, walau untuk guru SLTP cukup dengan lulusan DIII, kami berani membuat persyaratan yang sudah lulus S1," cetus Hendro.

Jumlah pelamar CPNS Jepara 21-25 Oktober tercatat 3.082 orang. Yang tidak lolos seleksi administrasi 960, sehingga yang bisa mengikuti tes tertulis 2.122 orang.

Pemberitahuan pelamar yang ikut tes tertulis sudah dikirim lewat pos 29 Oktober lalu. Tes tertulis akan dilaksanakan di Gedung Wanita dan Gedung Haji, 4 November pukul 08.00. (kar-74)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA