logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 1 November 2003 Jawa Tengah - Muria  
Line

Sentral Kulakan Diresmikan

Sedia Sembako sampai Elektronik

REMBANG - Warga Kota Rembang bagian timur kini boleh merasa lega, karena tersedia fasilitas perdagangan yang diberi nama sentral kulakan koperasi (Senkuko). Segala kebutuhan warga mulai dari sembako sampai peralatan elektronik, tersedia di tempat itu. Sehingga mereka tak perlu pergi jauh-jauh ke pusat kota atau pasar.

Senkuko Samudera Makmur, demikian nama sentra kulakan koperasi itu, Kamis diresmikan Gubernur Jateng H Mardiyanto. Sesuai laporan Bupati H Hendarsono, senkuko yang berdiri di atas tanah seluas 1.272 m2, tepatnya di Desa Tireman, dibangun dengan dana APBD I sebesar Rp1. 536.689.000 dan APBD II Rp446.225.000.

Selain itu dana dari APBD II untuk penyertaan modal, sebesar Rp1.405.000.000, sehingga total dana secara keseluruhan mencapai Rp 3.387. 914.000.

Menurut Mardiyanto, dalam program pembangunan di Jateng, pengembangan koperasi menjadi salah satu prioritas utama. Pasalnya, karena koperasi mempunyai daya tahan yang tinggi terhadap gejolak ekonomi. Kenyataan ini setidaknya sudah bisa dirasakan saat krisis ekonomi melanda negara ini.

Dengan adanya senkuko, tambah Gubernur, akan mempermudah dan memperpendek jalur distribusi barang dari dan ke koperasi. Sehingga diperoleh penghematan biaya dan kelancaran arus barang yang pada akhirnya memudahkan masyarakat mendapatkan barang yang diperlukan.

Kemitraan

Selain itu, senkuko juga dimungkinkan untuk dikembangkan sebagai jalur pemasaran bagi produk usaha masyarakat Rembang. Misalnya, melalui penciptaan kemitraan usaha dengan senkuko daerah lain ataupun pelaku usaha lain terkait.

Gubernur berharap agar pengembangan senkuko dilakukan secara berkelanjutan, sehingga dari waktu ke waktu tetap bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Agar harapan itu terpenuhi, penataan manajemen koperasi harus benar-benar dilakukan secara profesional, baik menyangkut kepengurusan maupun pengelolaan administrasinya.

Mardiyanto menjelaskan, kedatangannya di daerah Rembang masih terkait dengan program 100 hari untuk melihat peredaran bahan pokok masyarakat.

Sekarang ini, katanya, kebutuhan bahan pokok masyarakat meningkat karena menjelang Lebaran. Karena itulah Pemkab diminta ikut mengawasi, utamanya peredaran gula dan minyak goreng curah, karena kedua bahan itu memungkinkan terjadi kelangkaan. (jl-74)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA