logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 1 November 2003 Jawa Tengah - Muria  
Line

Sabtu Depan, Lahan Relokasi Harus Selesai

KUDUS-Penataan lahan relokasi untuk warga Dukuh Krangit, Desa Terban, Kecamatan Jekulo (Pegunungan Patiayam), Kudus, senilai Rp 2,1 miliar oleh Dinas Permukiman dan Tata Ruang Wilayah (Kimtaru) Provinsi, sesuai dengan jadwal harus sudah selesai 8 November mendatang.

Karena itu, para pekerja kini terus mengebut sisa pekerjaan yang belum rampung. Antara lain pengaspalan jalan akses dari lokasi relokasi ke perkampungan Terban sepanjang sekitar 1,5 km. Kemarin baru penataan batu belah sebagai fondasi jalan.

Kades Terban, Sanusi, memperkirakan penanganan areal relokasi secara menyeluruh oleh Kimtaru kemungkinan bisa selesai sesuai dengan yang dijadwalkan. "Soalnya, paling-paling tinggal mengaspal jalan penghubung," ujarnya, kemarin.

Secara terpisah, Bergas dari Kantor Bagian Pemerintahan Pemkab mengatakan, di luar penataan dan penyiapan lahan yang dikerjakan Kimtaru Provinsi, Pemkab masih harus memikirkan fasilitas penunjang lain agar areal di Blok Ngasinan tersebut benar-benar siap dipakai menjadi perkampungan.

"Kalau melihat kondisi sekarang, kelihatannya belum semua warga Krangit siap pindah. Di samping mereka perlu mencari hari yang diyakini bagus untuk mendirikan bangunan rumah, juga karena pertimbangan waktu. Sebab, sebentar lagi Lebaran, jadi butuh banyak biaya," paparnya.

Menurutnya, dalam rangka menyiapkan lahan yang benar-benar siap dijadikan perkampungan, Pemkab telah berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) guna pemasangan jaringan listrik dan instalasi. "Harapan saya secepatnya jaringan listrik PLN bisa terealisasi," ucapnya.

Perlu Dihijaukan

Pihaknya sependapat, di kompleks perkampungan baru tersebut juga perlu dihijaukan. "Memang masih banyak yang harus ditata, termasuk tanaman penghijauan. Sepanjang mata memandang memang sekarang panas karena ketiadaan pohon peneduh," tuturnya.

Areal relokasi itu diperuntukkan bagi 117 keluarga (445 jiwa) yang selama ini tinggal di Dukuh Krangit (puncak Patiayam). Bedhol dukuh harus dilakukan karena Februari tahun lalu, wilayah perkampungan mereka digoyang tanah merekah yang kemudian menjadi longsoran.

Sebagaimana diberitakan, tiap-tiap keluarga mendapat kaveling 200 m2. Di samping itu, mereka juga memperoleh bantuan material berupa 5.850 sak semen, 4.095 batang besi beton 8 mm, 1.053 m3 pasir muntilan, 1.053 m3 batu kali, dan 6.000 butir batu bata. (yit-74s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA