logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 1 November 2003 Jawa Tengah - Pantura  
Line

H-4, Lingkar Bumiayu Berfungsi

  • Kurangi Kemacetan Jalur Selatan

BUMIAYU-Kekhawatiran berbagai pihak akan kemungkinan kemacetan jalur lintas selatan Tegal-Purwokerto, khususnya di Kota Bumiayu menjelang Lebaran tahun ini, akan teratasi dengan jalan lingkar Bumiayu yang segera berfungsi.

Bupati Brebes Indra Kusuma berjanji, pada H-4 (empat hari menjelang Idul Fitri), jalan lingkar tersebut dapat dipergunakan untuk lalu lintas kendaraan, sehingga jalur tersebut akan lancar.

''Jika jalan lingkar itu berfungsi, mudah-mudahan kemacetan arus mudik yang hampir tiap tahun terjadi di Bumiayu tidak ada lagi,'' papar Bupati, ketika meninjau pekerjaan proyek jalan tersebut, kemarin.

Perkiraan semula, jalan yang tengah dibangunan PT Adhi Karya tersebut, tidak mampu mengatasi kemacetan arus saat mudik Lebaran mendatang. Hal itu disebabkan dalam pembangunan jembatan di atas Kali Pedes, Kali Keruh, dan Kali Erang belum tersedia kerangka jembatan.

Namun berkat desakan terus menerus dari Bupati Indra Kusuma kepada Menteri Kimpraswil, akhirnya kebutuhan akan kerangka jembatan itu bisa terpenuhi. Kini pemasangan kerangka jembatan terus dikebut, supaya pada H-4 Lebaran sudah dapat dilalui kendaraan.

Kendaraan Pribadi

Menurut Bupati, jika kerangka sudah terpasang dan jembatan dapat difungsikan, untuk sementara yang bisa melewati hanya kendaraan pribadi atau kendaraan kecil. Khusus bus dan truk akan tetap dilewatkan jalan utama Tegal-Purwokerto.

Dengan demikian, paling tidak kepadatan arus di ruas jalan kota akan terkurangi dengan pengalihan arus ke jalan lingkar tersebut. Panjang jalan lingkar Bumiayu 6,5 kilometer, dimulai dari Talok Bumiayu ke selatan yaitu Desa Pagojengan.

Pekerjaan fisik jalan sudah dimulai sejak Mei 2003, dengan pengerasan badan jalan menembus perbukitan dan areal persawahan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ir Djoko Gunawan mengatakan, saat ini pekerjaan fisik sudah mencapai 45%. Diperkirakan, pada H-4 Lebaran kendaraan ringan atau kecil bisa melewati jalan itu.

Kemacetan arus mudik di jalur Tegal-Purwokerto, jauh hari dikhawatirkan pula oleh Gubernur Jateng H Mardiyanto. Pangkal utama kemacetan berada di perkotaan, karena sempitnya badan jalan.

Selain itu, muncul banyak pedagang yang menempati trotoar pinggir jalan. Bahkan pada hari pasaran, yaitu Wage, kemacetan pasti terjadi, karena banyak masyarakat yang memanfaatkan hari pasaran tersebut. Setelah jalan lingkar, diharapkan tidak ada lagi kemacetan di kota kecil Brebes bagian selatan itu. (wh-49s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA