logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 30 Oktober 2003 Surat Pembaca  
Line

Tanggapan atas Tulisan Slamet Haryadi

Saya tertarik tulisan Sdr Slamet Haryadi di Prambatan Lor RT 3/RW 4 Kaliwungu, Kudus di Surat Pembaca 16 Oktober lalu. Saya simpati, Sdr mengeluhkan telah di-PHK dari PT Kudos Istana Furniture (Djarum Group) Kudus. Saya sampaikan hal-hal sebagai berikut:

- Seorang karyawan setelah di-PHK dan mencari tempat mengeluh di Surat Pembaca dimungkinkan bisa dibaca oleh pihak yang terkait ketenagakerjaan antara lain Depnakertrans, Deperindag dan instansi lain baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi.

- Sebuah industri baik berlingkup lokal maupun regional bila tidak mampu berkinerja baik maka umumnya langkah yang ditempuh antara lain mem-PHK karyawan, pengurangan jam kerja dan merger dengan industri lain yang produksinya sejenis.

- Industri yang memiliki kepedulian terhadap karyawan yang di-PHK umumnya memberi bekal baik finansial atau bekal profesional. Artinya karyawan diberi kemampuan untuk bekerja di tempat lain maupun berbisnis.

Setelah memahami hal-hal tersebut sebaiknya Sdr memperhatikan hal-hal sebagai berikut: Mencari pekerjaan dengan memenuhi persyaratan antara lain kompetensi di bidang tertentu, upaya yang konsisten untuk terus mencari dan doa. Pencarian pekerjaan dilakukan dengan cara membaca iklan di koran, iklan di internet www.jobseek.com.

Menyediakan dokumen antara lain fotokopi ijazah, KTP, surat kelakuan baik, surat keterangan pernah bekerja di Kudos Istana Furniture (Djarum Group) Kudus. Saya harapkan Sdr tetap komitmen bahwa bekerja adalah tugas seorang pria untuk memberi nafkah baik bagi dirinya maupun orang lain.

Ismono Dwi Atmanto
Jl Candi Penataran Rt 1/Rw 3
Semarang

***

Mengapa Negeri Ini Subur Korupsi?

Secara harfiah korupsi seperti bejat, perbuatan kotor. Istilah ini ada semenjak tahun 1957 di Peraturan Penguasa Perang Pusat Angkatan Darat dan kemudian dikeluarkan UU No 3 Tahun 1971 Tentang Pemberantasan Korupsi.

UU ini sebenarnya sebagai payung bagi penegakan hukum untuk menjerat para pelaku tindak pidana korupsi. Tetapi hasilnya sampai saat ini sangat mengecewakan rakyat, bahkan semakin marak dan terbuka tanpa basa basi melakukan korupsi.

Sesuai laporan BPK, di setiap departemen dan BUMN ada tikusnya, belum semua bisa ditindaklanjuti dan masih sulit diadili dengan dalih yang beraneka ragam. Malah para pelaku korupsi banyak yang masih gentayangan di sekitar kita dan tetap menikmati udara segar di negeri tercinta ini.

Lebih menyedihkan lagi di lembaga legislatif yang notabene wakil rakyat tidak kalah seru. Hal ini bisa dilihat saat pemilihan kepala daerah, banyak terjadi KKN untuk memenangkan calonnya. Kita bertanya, mau percaya pada siapa.

Wakil rakyat kok KKN, mbok ya ingat janjinya ke pada pendukung pada waktu kampanye dulu dan mbok ya takut sumpahnya, bisa kuwalat lo. Kemudian kita ingat para kiai, ustad maupun mubalig yang memberikan wejangan rohani.

Mereka berkata: " Bila para pemimpin tidak beriman maka rakyat akan sengsara". Coba merenung sejenak pada 3 tahun terakhir saja telah terjadi berbagai peristiwa yang menimpa rakyat, sebagai misal kerusuhan Ambon, Sulawesi, Kalimantan, bom Bali, kecelakaan kereta, bus, kapal laut, kapal udara serta Aceh. Lengkaplah sudah.

Mudah-mudahan peristiwa demi peristiwa ini bukan merupakan sebab akibat dari perbuatan para pemimpin dan wakil rakyat, namun hanya sebagai peringatan Allah kepada manusia agar selalu bertakwa kepadaNya.

Suratiman SH
Ponggol l Rt 1/Rw 1 Grabag, Magelang

***

Halalbihalal Alumni IPA SMU N 1 Tegal

Panitia mengundang kehadiran teman-teman alumnus IPA 1980 SMU Negeri 1 Tegal, di acara halalbihalal 2003 yang akan dilaksanakan Sabtu, 29 November pukul 10.00 di gedung Al Irsyad Jl Mayjend Sutoyo Tegal.

Informasi lebih lanjut, sekretariat 0283-352527, 0283-357824, 024-6711245, Sdri Yeni 0285-351790, Sdri Anitya Rustanti: 0283-353763/081 2267 1282, 4 dan Sdri Festi 081 229660 192.

Wisnu Widjaja
Jl Sindoro I /16 Panggung, Tegal

***

Kecewa Pelayanan Telkom Tegal

Kami calon pelanggan Telkom Tegal untuk pemasangan baru 20 Maret 2003, merasa kecewa. Selama tiga tahun menunggu namun Telkom selalu mengatakan jaringannya penuh untuk daerah kami. Namun akhirnya tanggal 20 Maret 2003 Telkom memenuhi permintaan kami dan instalasi di rumah dipasang.

Pada saat itu kami bertanya bagaimana cara pembayarannya. Pihak Telkom menjawab pembayaran dilakukan kalau telepon sudah kring. Namun kami menyayangkan kenapa sampai kini telepon belum juga kring.

Selama tujuh bulan menunggu, namun tidak juga jaringan tersambung. Beberapa kali menanyakan ke Telkom, jawabannya hanya minta terus bersabar menunggu dengan alasan ada kerusakan jaringan.

Mereka berjanji akan merapatkan di Telkom Semarang dan juga berjanji akan menarik jalur dari Jl Nanas Tegal.

Tetapi sampai sekarang belum ada realisasinya. Yang lebih mengejutkan dan membuat sangat kecewa nomor-nomor telepon yang telah diberikan kepada kami telah digunakan pelanggan lain. Nomor-nomor tersebut atas nama Ida Setiyaningsih 352773, Anisah 352772 dan Surya 352745.

Ketiganya beralamat di Jl Tawes I Tegalsari Tegal telah digunakan oleh pelanggan lain yang pasang pada periode Juli 2003. Saat kami menanyakan ke Telkom Tegal, mereka menjawab akan mengganti nomor tersebut dengan nomor baru.

Kalau tidak bisa, maka instalasi telepon yang sudah terpasang di rumah kami akan di bongkar. Seperti itukah solusi terbaik dari pihak Telkom Tegal. Katanya melayani dengan baik kok malah justru membuat masyarakat kecewa.

Yang membuat kami lebih kecewa, Telkom Tegal tidak meminta maaf secara resmi. Kami merasa tidak diperhatikan selama tujuh bulan sejak pemasangan instalasi telepon . Bagaimana tanggung jawabnya. Tolong perhatikan nasib kami.

Ida Setiyaningsih,
Anisah dan SuryaJl Tawes Gg l, Tegal

***

Salut untuk Dalang Ki RM H Gerry Ary B

Menarik kesimpulan dari pagelaran wayang kulit di Unissula Semarang beberapa waktu lalu. Sungguh saya sangat salut pada pemuda ganteng, Ki RM H Gerry Ary B. Bagaimana tidak. Dalam krisis identitas bangsa terutama anak-anak muda, terdapat pemuda santun yang komitmen terhadap budayanya sendiri.

Notabene dia lahir dari keluarga kaya. Saya berani bertaruh sulit ada pemuda seperti dia apalagi berangkat dari keluarga berada. Jangan mendidik anak dengan kepalsuan, hanya berbekal baju keren namun kosong pedoman budi pekerti kehidupan. Ke manakah bangsa ini akan dibawa.

Bahkan Bapak Amien Rais berkomentar anak ini bisa dijadikan teladan bagi generasinya, dalam suatu pertemuan di Jakarta. Penampilannya bersahaja namun sarat akan ilmu kehidupan. Ilmu yang senantiasa diberikan oleh kedua orang tuanya yang juga tokoh masyarakat. Sekali lagi salut bagi Ki RM H Gerry Ary B. Mohon yang tahu alamat rumahnya memberi tahu saya di 081 6265 2727.

Dra Asri Muryati
Brajan Rt 3/Rw 5 Ngawen,
Klaten


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA