
| Kamis, 30 Oktober 2003 | Sala |
Tempat-tempat Ibadah Kekurangan Air Bersih
BOYOLALI - Tempat-tempat ibadah di Kota Boyolali dilaporkan kekurangan air bersih untuk wudu. Kekurangan air sangat dirasakan pada saat shalat tarawih atau subuh. Untuk menghindari kekurangan air, sebagian umat Islam terpaksa berwudu di rumah. ''Kalau wudu dari rumah kan menghemat air di masjid,'' kata Yani, warga Banaran, kemarin. Salah satu tempat ibadah yang kekurangan air bersih adalah Masjid Darul Barokah di Jalan Kates, Kelurahan Pulisen, Kecamatan Boyolali. Pelindung Masjid Darul Barokah HM Irnawan Darori SH MM mengatakan, pada hari-hari biasa keperluan air mencapai 4-5 m3. Namun, sejak memasuki Ramadan, kebutuhan air wudu meningkat tajam, terutama pada saat shalat tarawih dan subuh ''Biasanya 5m3 air untuk 5-6 hari, tetapi sekarang hanya untuk dua hari,'' tuturnya. Karena itu, kata dia, setiap dua hari sekali Takmir Masjid Darul Barokah mengeluarkan uang Rp 25.000 untuk membeli air yang diangkut dengan colt. Kebutuhan air yang melonjak menandakan anggota jamaah masjid meningkat tajam. Bahkan, saat shalat jumat sebagian jamaah terpaksa berdesak-desakan di pinggir jalan. Sementara itu, Direktur PDAM S Arys Wibowo SE saat dimintai konfirmasi mengatakan, kebutuhan air bersih pada Ramadan memang meningkat tajam. Peningkatan air bersih biasanya mulai pukul 16.00-20.00. Selama itu warga mulai memanfaatkan air bersih untuk kebutuhan persiapan buka puasa, shalat magrib dan tarawih. Salah satu upaya mengatasi peningkatan kebutuhan air bersih, pihaknya mengoptimalkan pengedropan air melalui mobil tangki ke bak penampungan di Kantor PDAM. (shj-14e) |