
| Kamis, 30 Oktober 2003 | Sala |
Pemotongan Sapi Menjelang Lebaran Bisa Capai 200 Ekor
BOYOLALI - Pemotongan sapi di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Desa Sidomulyo, Kecamatan Ampel, Boyolali, menjelang atau lima hari sebelum Lebaran diperkirakan meningkat, bisa mencapai 200 ekor/hari. Itu berarti meningkat dua kali lipat dari hari-hari biasanya. Sebaliknya, pada awal Ramadan pemotongan sapi menurun. Sebab, sebagian konsumen belum banyak yang membutuhkan daging sapi. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Drh H Djoko Waluyo saat dimintai konfirmasi siang kemarin mengatakan, penurunan pemotongan sapi memasuki Ramadan hanya relatif kecil. Paling-paling hanya turun 5-10 ekor/hari. Hal itu wajar karena daging sapi belum banyak dibutuhkan konsumen. Dia mengatakan, untuk mengawasi peredaran daging sapi selama puasa atau saat terjadi peningkatan menjelang Lebaran, petugas akan diturunkan ke lapangan. Sesuai dengan ketentuan, sebelum dipotong sapi diistirahatkan 12 jam. Dengan demikian, daging sapi yang berada di pasaran selalu segar. Soal daging bangkai yang mungkin beredar di pasaran, dia mengatakan, itu bisa ditandai. Jika tampak tidak segar atau layu, daging dapat diindikasikan sebagai daging bangkai. Daging yang seperti itu harus dihindari, jangan dibeli. Bangkai daging ayam dan sapi membahayakan kesehatan. Penyuluhan Karena itu, pihaknya bekerja sama dengan dinas terkait kini terus mengintensifkan operasi di lapangan. Selain itu, pihaknya juga melakukan penyuluhan kepada masyarakat. Petugas akan mengambil tindakan jika terbukti pedagang memasarkan daging bangkai. Dengan pemotongan sapi rata-rata 100 ekor/hari, setiap tahun pihaknya mampu memberikan kontribusi PAD sekitar Rp 450 juta. Hampir setiap tahun kontribusi selalu meningkat. Namun, dia mengakui, pada 2003 pemotongan sapi menurun. Hal itu disebabkan oleh kemunculan daging impor, daging ayam dan lain-lain. Dengan demikian, kontribusi juga menurun. (shj-14e) |