
| Kamis, 30 Oktober 2003 | Berita Utama |
Trailer Hantam Bus dan Travel, 8 Tewas
BREBES-Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur Pantura antara Brebes-Cirebon. Truk trailer Nopol B-9487-UJ dari arah Semarang secara beruntun menabrak bus Dedy Jaya G-2537-S dan travel Permata Indah B-7101-RF yang datang dari arah berlawanan (Jakarta-Red). Kecelakaan terjadi Rabu dini hari sekitar pukul 01.30, di ruas jalan 16 km 201+200 Semarang-Cirebon atau tepatnya di Desa Kecipir, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes. Akibat tabrakan maut tersebut, delapan orang tewas, tiga luka berat, dan delapan lainnya luka ringan. Korban tewas tersebut adalah tujuh penumpang travel Permata Indah, dan sopir travel Nurkholik asal Desa Cikeusal Lor, Kecamatan Ketanggungan, Brebes. Saat itu travel dari Jakarta dengan tujuan akhir Desa Cikeusal Lor mengangkut 14 orang penumpang yang semuanya asal Brebes. Sementara penumpang bus Dedy Jaya semua selamat, walaupun beberapa orang di antaranya terpaksa harus dirawat di RSU Brebes karena mengalami luka berat. Mereka yang dirawat adalah Dairah (23) Desa Jebet Patgalih Kecamatan Taman-Pemalang, Kasyati (18) Desa Gunungtiga Kecamatan Belik-Pemalang, dan Putri Purwasih (20) Desa Mendalem Belik, Pemalang. Sedangkan yang luka ringan delapan orang langsung mengajukan rawat jalan. Kecelakaan maut terjadi, ketika trailer milik PT SUN Semarang dikemudikan Sugiyani (38), warga Desa Tluwak, Wedarijaksa, Pati melaju dari arah timur dan tiba-tiba di Desa Kecipir-Losari "loncat" ke kanan melewati gazon di tengah jalan. Selanjutnya trailer tersebut berada di jalan lajur utara yang sebenarnya untuk kendaraan dari barat. Pada saat bersamaan muncul bus Dedy Jaya yang dikemudikan Sofyan Hadi (38), asal Desa Labaksiu. Sofyan berusaha menghindar tabrakan dengan membanting setir ke kiri. Namun karena posisinya terlalu dekat, bagian samping kanan mulai dari pintu kemudi sampai ke belakang terkena gesekan dengan bodi depan trailer. Selepas bergesekan dengan trailer, bus terus meluncur sampai akhirnya menabrak jembatan kecil dan masuk parit. Di belakang bus dengan jarak sekitar 100 meter, datang travel Permata Indah B-7101-RF. Kendaraan station L300 warna putih itu tidak bisa menghindar, dan karena posisi saling berhadapan, akhirnya terjadi adu muka dengan trailer. Mobil travel hancur bagian muka sampai bodi bagian tengah. Sedangkan truk trailer hanya penyok di depan kemudi. Hantaman keras antara travel dengan truk tersebut menjadikan sopir travel Nurkholik meninggal di tempat kejadian. Korban lain, yakni penumpang yang berhasil diidentifikasi adalah Sarpin (23), Rokhim Bidin (29), Casyamin (26), Wasjan (36), Kisno (26), Didi (54), dan Rusnati (40) semuanya beralamat di Desa Cikeusal Lor, Kecamatan Ketanggungan. Kasalantas Polres Brebes Iptu R Romdhon N bersama Kanitlaka Aipda Sutrisno, saat kejadian langsung meluncur mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Bahkan, unit kecelakaan yang baru saja menerima bantuan mobil patroli dari Kapolda langsung dipakai untuk menyelamatkan korban yang luka berat dengan membawanya ke RSUD Brebes dan RSU Bhakti Asih, Klampok. Kurang Hati-hati Menurut Kasatlantas, musibah itu terjadi karena kekurang hati-hati pemakai jalan yang melintas di jalur Pantura yang saat itu kondisi jalannya sudah mulus. Sopir truk trailer Sugiyani saat itu mengatakan, kendaraan terpaksa dialihkan ke kanan, naik gazon karena ada kendaraan lain yang nyalip dari arah kiri terlalu ke kanan. Takut terjadi benturan, trailer digeser ke kanan yang ternyata melewati median jalan. Ia menambahkan, kemudi trailer terpaksa dibelokkan ke kanan, karena mendadak ada sebuah bus tak dikenal nyalip dari kiri kemudian "menggunting". "Saya terpaksa membanting setir ke kanan yang ternyata naik gazon dan nyebrang ke jalur lain," paparnya. Ketika trailer melaju di jalur yang salah, sampai berserempetan dengan bus Dedy Jaya, Sugiyani mengaku masih sadar di atas kemudi. Dia pun berupaya untuk menghindarkan terjadinya tabrakan langsung dengan bus, tapi setelah bus lolos ternyata di belakangnya ada travel, dan dia mengaku tidak bisa berbuat apa-apa. Sugiyani kemarin diamankan di sel Mapolres untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Pada bagian lain, sopir bus Dedy Jaya Sofyan Hadi mengaku, kaget ketika sedang asyik melaju pada kecepatan 80 km per jam tiba-tiba di depannya muncul trailer. Sofyan berusaha banting setir ke kiri sampai akhirnya bus menabrak jembatan kecil, dan masuk parit. "Kalau setir tak dibanting ke kiri, kami bisa adu muka. Korban akan lebih banyak," tukasnya di pos lantas Tanjung.(wh-69) | |||||