
| Kamis, 30 Oktober 2003 | Semarang & Sekitarnya |
''Penghuni'' Makam Kobong DiusirSERINGKALI sebuah makam dikait-kaitkan dengan hal-hal yang berbau mistis. Apalagi jika dilakukan aktivitas pembongkaran sekaligus pemindahan kerangka jenazah. Tak terkecuali pada Makam Kristen Kobong yang ada di Jl Pengapon. Kuburan yang dikenal dengan nama Kerkop Kobong tersebut, meski letaknya di pinggir jalan raya yang selalu ramai, tetap meninggalkan hal-hal yang berbau mistis. Ada yang bilang terdapat hal-hal aneh atau makhluk gaib di makam orang Belanda dan Cina tersebut. Mulai dari penampakan hingga penghuni yang menjaga kuburan berusia ratusan tahun itu menjadi cerita tersendiri. Mbah Suto, paranormal yang dikontrak Subdin Pemakaman Dinas Pertamanan dan Pemakaman Kota terkait pembongkaran dan pemindahan kerangka jenazah mengaku telah melakukan kontak batin dengan para ''penghuni'' makam kobong. ''Sesuai permintaan, mereka (''penghuni''-Red) minta ayam cemani panggang dengan jenis kelamin jantan dan sebuah candu,'' kata dia di sela-sela pembongkaran makam. Orang pintar dari Giri Kusumo, Mranggen, Demak ini mengungkapkan ada tiga golongan makhluk gaib yang ''menghuni'' Kerkop Kobong. Pertama, golongan manusia berujud bule Belanda. Dia menggambarkan makhluk tersebut perawakannya tinggi besar dan membawa sebilah pedang. Yang bersangkutan memiliki anak buah 600 lebih berkebangsaan Belanda dan Cina. Golongan kedua yakni Naga Dahana yang memiliki panjang 1,5 meter. Adapun yang ketiga bentuknya seperti leak Bali. Penghuni yang satu ini dikenal dengan nama Badung Candra Sengkala. ''Dulu ada orang Cina yang meminta dia (Badung Candra Sengkala) untuk menjaga tiga karung harta kekayaan yang ikut dikubur bersama jenazah yang meninggal. Yang diminta menunggu asalnya dari Bali,'' papar Mbah Suto. Ditanya bentuk harta yang ikut terkubur, dia menyebut berupa keping uang emas. Apakah bisa harta tersebut diambil orang lain, menurut dia, hal itu tergantung dari keberuntungan yang bersangkutan. ''Kalau memang sudah rezekinya, ya tentu bisa.'' Gunung Sumbing Untuk meminta pergi ketiga golongan makhluk gaib tersebut, dia mengaku tidak dengan melakukan perlawanan, seperti halnya orang yang berkelahi. Namun memohon dengan halus agar mereka bersedia meninggalkan Makam Kobong. Meski demikian, dia mengakui, khusus untuk Badung Candra Sengkala, harus mengeluarkan ilmu pamungkas. ''Saya harus menggunakan ilmu pamungkas, yaitu Ismu Gunung dan Candra Buana. Tapi semua tak lepas dari pertolongan yang diberikan Allah.'' Lalu ke mana perginya para makhluk gaib tersebut? Menurut paranormal kelahiran 1968 yang memiliki nama lengkap Sutono Hadi ini, golongan Naga Dahana pindah ke Kedungombo. Sementara Badung Candra Sengkala ke Gunung Lawu, sedangkan yang bule dan Cina pindah ke Gunung Sumbing. ''Bule Belanda memiliki anak buah 600 lebih yang ikut dibawa ke Gunung Sumbing.'' Proses perginya tiga golongan ''penghuni'' Kerkop Kobong juga memakan waktu yang tidak pendek. Selama 2,5 jam proses berjalan, terdengar suara kereta api. Perginya para ''penghuni'' tersebut sebenarnya juga melalui jalan-jalan yang biasa dilalui orang. Namun hanya orang yang memiliki kepekaan saja yang bisa melihatnya. Sementara itu, pemindahan pertama pada tiga kerangka jenazah yang dianggap paling berpengaruh, Jumat (24/10) lalu, sebenarnya juga tak lepas dari keberadaan tiga golongan yang ''menghuni'' Makam Kobong. Tiga kerangka yang dipindah awal ke Makam Kedungmundu Kristen yakni jenazah Kapten Wonder Spink Hook (Belanda) yang dimakamkan pada 1889, Sioe Lin Tjing (1941), dan Tan Tiong Djien (1942). Satu di antara dua nama Cina terakhir disebut-sebut Mbah Suto sebagai pemilik harta yang ikut dikubur. Namun dia mengaku tidak ingat nama yang mana pemilik harta tersebut. (Setiawan HK, Jamal Al Ashari-45) |