
| Kamis, 30 Oktober 2003 | Jawa Tengah - Pantura |
Dialog Pilwali Tanpa Anggota DPRDTEGAL-Merah Putih Production Kota Tegal, Sabtu malam (25/10) menggelar Dialog Budaya Mencari Sepasang Sosok Ideal Pemangku Kebijakan Kota Tegal. Namun, dari 30 anggota DPRD yang diundang, tak satu pun memenuhi undangan. Termasuk pembicara Ir Achmad Basalamah, yang juga Ketua Fraksi Partai Bulan Bintang. Ketua Penyelenggara Diskusi, M Irawan, menyesalkan hal itu. Padahal, diskusi yang dia gelar untuk memberi masukan kepada mereka. ''Karena itu, dugaan akan ada kepentingan tertentu dalam pemilihan wali kota makin jelas,'' ujarnya. Dia tak bisa memastikan alasan ketidakhadiran Achmad Basalamah. Sebab, selain dia sudah menyatakan kesanggupan akan menjadi pembicara, juga tak memberi alasan ketidakhadirannya itu. Akibatnya, hanya ada dua pembicara yang tampil, yakni Drs Yayat Hidayat Amir MPd dan Wahyudin Nur Aly. Namun, Sekda Rahardjo SH ketika akan membuka acara tersebut dengan bijak mengatakan meski anggota DPRD tak ada yang datang, dia yakin informasi yang muncul dalam dialog budaya akan sampai. Diakui kerja DPRD berat, apalagi harus memilih wali kota dan wakilnya. Bagi wakil wali kota kini dibuatkan rumah dinas di Jl RA Kartini senilai lebih dari Rp 1 miliar. Nantinya disediakan dana sekitar Rp 500 juta/tahun serta memiliki mobil dinas seharga sekitar Rp 300 juta. Suasana dialog sempat menjadi ger-geran, ketika Yayat dan Wahyudin tampil. Gara-garanya, tulisan dialog budaya yang berada di geber belakang pembicara tiba-tiba huruf D-nya lepas ke bawah, sehingga tulisan dialog budaya terbaca menjadi ''Dialog Buaya''. Bosan Bicara Wahyudin yang pernah menjadi calon bupati Brebes, tapi gagal karena tata tertib mengaku bosan menjadi pembicara dialog tentang pilkada atau pilwali. Ini karena semua masukan tak didengar Dewan. Itu karena fraksi di DPRD sebenarnya sudah mempunyai calon. Apalagi legislatif adalah pihak yang membuat tatib sekaligus melaksanakan, sehingga otomatis Dewan yang melanggar pula. Yayat Hidayat mengatakan, sebenarnya masyarakat sudah skeptis akan adanya pilwali, sebab isu yang beredar menjurus ke politik uang. Karena itu, dia tak mau menyebutkan kriteria calon, sebab takut disebut memaksakan kehendak. Moderator Drs Atmo Tan Sidik dalam simpulannya mengatakan calon perlu melaporkan kekayaan. Sebab kalau tak mempunyai uang, malah akan dibiaya orang lain. Ini yang berbahaya. Perlu pula dilaporkan apakah calon memiliki utang kredit di bank, bahkan mereka perlu mempunyai darah seni agar tak mudah mendendam. Ahmad Bassalamah kemarin mengaku tak menghadiri acara itu karena berada di luar kota. Dia pergi karena harus memenuhi udangan seseorang dan tak bisa menghindar karena hotelnya juga sudah disiapkan. Dia mengakui sempat dihubungi panitia untuk mengisi acara itu, namun saat itu dirinya berada di luar kota. Ahmad Bassalamah menilai acara itu bagus sekali. (aj-42s,74) |