logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 30 Oktober 2003 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Air PDAM Macet, Warga Tak Bisa Mandi

KAJEN-Warga Perumahan Puri Kedungwuni dan sekitarnya yang menggunakan pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), kemarin mengeluh. Pasalnya, sejak awal puasa (27/10) air PDAM macet total.

Warga yang ditemui Suara Merdeka mengaku kecewa, sebab kemacetan air tersebut tidak lewat pemberitahuan terlebih dulu. ''Jika ada kerusakan seharusnya kami diberitahu terlebih dahulu,'' tutur Priyadi (35), warga setempat.

Air di rumahnya, kata dia, sudah macet sejak Senin (27/10) lalu. Pukul 02.00 air mengalir tapi crat-cret, kemudian berhenti. ''Waktu itu air mengalir crat-cret, baru dapat dua ember sudah berhenti lagi sampai sekarang (kemarin-Red),'' tandasnya.

Akibatnya, dia bersama keluarganya mengaku harus mengungsi ke tempat familinya di Kecamatan Buaran hanya untuk mandi. Dia berharap PDAM meningkatkan pelayanan dan menghormati pelanggan dengan memberitahukan jika ada kerusakan peralatan yang berakibat kemacetan air. ''Sebab, kami tak pernah nunggak membayar rekening,'' ujarnya.

Keluhan yang sama juga dikemukakan Wawan (27), yang mengaku terganggu aktivitasnya gara-gara air macet. ''Air macet tepat saat awal puasa, sehingga sangat mengganggu,'' ujarnya.

Pompa Rusak

Direktur PDAM Kabupaten Pekalongan Soewiryo SH ketika ditemui, mengaku belum mendapat laporan atau keluhan dari pelanggan di Kedungwuni mengenai masalah tersebut. ''Kami belum dapat laporan dari masyarakat atau PDAM unit Kedungwuni. Jadi, tak bisa bekomentar banyak,'' tandasnya.

Namun kemungkinan kemacetan air di sana disebabkan karena kerusakaan salah satu pompa air di Kedungwuni. ''Kami mendengar pompa di Kedungwuni rusak karena terbakar. Mungkin itu penyebabnya,'' tandasnya.

Soewiryo mengakui, memang ada beberapa pompa yang rusak dan belum diperbaiki. Selain di Kedungwuni, pompa di sekitar Wiradesa juga rusak dan belum diperbaiki. Pihak PDAM kesulitan memperbaiki atau membeli pompa yang baru, karena agen penjual pompa yang menjadi langganan saat ini sudah tak ada.

Soal tuntutan peningkatan pelayanan, jelas dia, sudah maksimal dalam melayani. Namun diakui banyak kendala yang belum bisa ditangani. Salah satunya kesulitan keuangan yang menghambat proses operasional dari petugas PDAM. (G16-74s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA