logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 30 Oktober 2003 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

Gara-gara Bau Busuk PT JIF

Habis Buka Puasa, Perut Nyel-nyelan

CILACAP-Meski sudah diprotes warga dari wilayah RW 3, Kelurahan Gunung Simping, Kecamatan Cilacap Tengah, Sabtu (25/10) lalu, tapi pabrik pengalengan ikan PT Juifa International Foods (JIF) sampai saat ini masih mengeluarkan bau busuk yang sangat menyengat.

Bau yang menyesakkan dada itu membuat sebagian besar warga di Kelurahan Gunung Simping jengkel. Namun berhubung sedang berpuasa, warga pun hanya menahan emosi. Padahal, bau yang keluar dari pabrik tersebut cukup mengganggu ketenangan warga, terutama bagi umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Yang lebih menjengkelkan lagi, bau busuk tersebut masih tercium sampai waktu berbuka puasa tiba. Seperti yang terjadi pada Rabu petang (28/10). Ketika warga baru saja selesai berbuka puasa, tiba-tiba tercium bau busuk yang cukup menyengat hidung. Bau tersebut tentu saja membuat perut mereka yang baru saja diisi makanan menjadi mual-mual (nyel-nyelan), seperti mau muntah.

''Pabrik itu (maksudnya PT JIF-Red), betul-betul sudah keterlaluan. Mosok, kami baru saja selesai berbuka puasa sudah harus mencium bau busuk seperti ini. Bagaimana perut tidak nyel-nyelan, kalau setiap habis berbuka puasa kami langsung menghirup bau busuk dari pabrik,'' keluh warga.

Melebihi Baku Mutu

Ketua RW 3 Kelurahan Gunung Simping, Sulistyo, mengatakan tuntutan warga agar bau busuk dari PT JIF segera dihilangkan sudah disampaikan langsung kepada Kepala Bapedalda, Drs Kiswoyo MM.

''Saya sudah ketemu dengan Pak Kiswoyo. Semua permasalahan yang menyangkut bau busuk, sudah disampaikan ke dia. Persoalan tersebut harus diselesaikan secepatnya karena menyangkut kepentingan masyarakat luas,'' katanya.

Menurut Kepala Bapedalda Kiswoyo, berdasarkan hasil pemeriksaan air limbah PT JIF yang dilakukan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Dinas Kesehatan pada 29 Agustus 2003, kandungan limbah retot untuk parameter BOD5, COD, dan TSS telah melebihi baku mutu yang ditentukan.

Sesuai dengan Keputusan Gubernur Jateng No. 660.1/02.1997 tentang Baku Mutu Limbah Cair bagi Kegiatan Industri di Provinsi Jateng, untuk parameter BOD5 ditetapkan 125 mg/liter, COD 250 mg/liter, dan TSS 10 mg/liter.

Adapun dari hasil pemeriksaan Labkesda, diketahui limbah PT JIF mengandung BOD5 sebesar 428,5 mg/liter, COD 871 mg/liter, dan TSS 251 mg/liter.

''Kandungan parameter seperti BOD5, COD, dan TSS yang melebihi baku mutu akan berdampak negatif terhadap kehidupan biota perairan pada badan air penerima, karena menyebabkan penurunan kandungan oksigen di perairan tersebut,'' jelas Kiswoyo.

Untuk mencegah pencemaran air lebih lanjut di lingkungan sekitar, PT JIF harus segera mengolah semua air limbah hasil kegiatan produksi termasuk limbah retot di Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL) sebelum dibuang ke sungai. Selain itu, pihak perusahaan harus mengoptimalkan operasional IPAL. Dengan demikian, semua parameter air limbah yang dipantau dapat memenuhi baku mutu yang ditetapkan. (ag-20s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA