logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 30 Oktober 2003 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

Memasuki Puasa Minyak Tanah Langka

PURWOKERTO - Memasuki bulan puasa ini, minyak tanah di wilayah Banyumas langka. ''Saya kehabisan stok, pembeli antre, dan menitipkan jerigen,'' kata Bambang Parmono, penjual minyak tanah di Jl HR Bunyamin, Purwokerto, kemarin.

Pembeli minyak di pangkalan milik Bambang berasal dari Baturraden, Sumbang, dan Kembaran. Biasanya pembeli hanya penduduk setempat. ''Minyak tidak ada karena pasokan dari agen berkurang,'' ujarnya.

Kasiman, warga Kembaran mengaku sulit mencari minyak tanah di pangkalan langganannya. Karena itu dia mencari minyak itu di pangkalan milik Bambang, yang berjarak sekitar 10 km dari rumah dia. Karena tidak ada persediaan minyak, dia menitipkan dua jerigen yang dia bawa.

Ketua Hiswana Migas Banyumas Anas Pribadi SE mengatakan, kelangkaan minyak tanah hanya terjadi di Banyumas. Di Banjarnegara, Purbalingga, dan Cilacap belum ada laporan kekurangan. ''Saya hanya menerima laporan, di Banyumas minyak tanah mulai langka,'' katanya.

Dia menjelaskan, permintaan masyarakat belakangan ini memang meningkat. Itu terjadi karena memasuki bulan Ramadan. ''Ini terjadi hampir tiap tahun,'' jelasnya. Hiswana Migas sudah mengantisipasi akan terjadi kenaikan permintaan minyak tanah.

Meskipun permintaan meningkat, harga minyak tanah di pasaran tidak mengalami kenaikan yang tinggi. Jika ada kenaikan di tingkat pengecer itu dilakukan untuk menutup biaya transportasi.

Minyak tanah dipasaran Kota Purwokerto dijual Rp 1.200/liter, dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 945/liter. Adapun harga eceran di Purbalingga Rp 960/liter, Banjarngara Rp 1.020/liter, dan Cilacap Rp 915/liter-Rp 980/liter, perbedaan harga itu tergantung pada jarak tempuh dari depo Maos.

Operasi Pasar

Kepala Wira Penjualan UPTDN IV Pertamina Cilacap, Iin Febrian ketika dihubungi mengatakan, untuk memenuhi kekurangan minyak tanah, pihaknya langsung mengadakan operasi pasar (OP), yang bekerja sama dengan Hiswana Migas. ''Kami mengadakan OP hingga tahun baru,'' jelasnya.

Dalam menghadapi permintaan pasar, katanya, Pertamina menyediakan minyak tanah sebanyak 3.000 kiloliter. Minyak itu merupakan simpanan anggota Hiswana Migas yang tidak mengambil jatah kontraknya.

OP minyak tanah dilakukan serentak di Cilacap, Banyumas, Purbalingga, dan Banjarnegara. Penambahan itu diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat untuk menghadapi Ramadan, dan tahun baru.

Jatah minyak tanah untuk Banyumas berdasarkan kontrak yang diajukan agen sebanyak 180 kiloliter/hari, Purbalingga 80 kiloliter/hari, Cilacap 160 kiloliter/hari, dan Banjarnegara 70 kiloliter/hari.

Jumlah minyak tanah yang digelontorkan ke masyarakat, menurut Febrian, sekitar 20% dari jumlah kontrak harian. Pihaknya sengaja membatasi jumlah minyak tanah dalam OP, karena khawatir disalahgunakan. Sebab, minyak ini masih mendapat subsidi yang besar dari pemerintah.

Agar minyak tanah dipergunakan oleh masyarakat yang memang membutuhkan, dan tidak jatuh ke tangan pemilik industri, Hiswana Migas dan UPTDN melakukan pengawasan secara ketat. ''Kalau ada pembelian yang tidak wajar di satu pangkalan, pasti tidak diperbolehkan,'' jelasnya. (in-20i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA