logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 30 Oktober 2003 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

Musim Tanam Oktober - Maret

Petani Berharap Tak Sulit Dapatkan Pupuk

PURWOKERTO - Memasuki musim tanam (MT) Oktober 2003 - Maret 2004, petani di Banyumas berharap tidak sulit mendapatkan pupuk. Petani yang sebagian kini sudah mulai tanam tidak ingin pada saat melakukan pemupukan barang tersebut langka dan harganya tinggi.

Pada musim tanam Oktober - Maret ini areal tanam untuk Kabupaten Banyumas mencapai sekitar 34.000 hektare. Dengan datangnya musim hujan sebagian besar petani yang airnya sudah mencukupi kini mulai tanam. Saat ini para petani mengaku belum banyak membutuhkan pupuk, karena baru memindahkan bibitnya dari persemaian ke sawah.

''Sekarang belum masanya pemupukan. Kalaupun butuh pupuk baru sedikit untuk persemaian. Nanti kalau padi sudah berumur sekitar satu bulan dilakukan pemupukan,'' kata Slamet (48), petani asal Kembaran.

Karena belum banyak kebutuhannya, petani saat ini masih gampang mencari pupuk, seperti urea, SP 36, dan KCl. ''Yang penting pada saat petani butuh pupuk banyak, tidak mengalami kesulitan dan harganya terjangkau. Jangan sampai harga pupuk lebih mahal ketimbang gabah,'' imbuh Ahmad (45), petani asal Karanglewas, kemarin.

Sudah Siap

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas Ir Djoko Wikanto MM mengatakan, pada MT Oktober - Maret ini pihaknya telah melakukan koordinasi dengan PT Pusri, Petro Kimia Gresik, PT Pertani dan Sang Hyang Sri untuk menyiapkan berbagai kebutuhan petani seperti pupuk dan sarana produksi padi. ''Mereka sudah siap. Persediaan pupuk cukup dengan harga standar. Kebutuhan pupuk urea misalnya, untuk Kabupaten Banyumas sekitar 12.000 ton,'' jelasnya.

Persediaan urea di gudang PT Pusri, lanjut Djoko, berdasarkan hasil rapat koordinasi itu tidak ada masalah karena persedian ada dan mencukupi. Pada hari Selasa (28/10), misalnya, di gudang PT Pusri Purwokerto tersedia 5.200 ton.

Dengan hujan yang sering turun, petani diminta cepat-cepat tanam supaya tidak terlambat panen, sehingga pada musim tanam April-September bisa panen dengan baik juga. Dengan tanam lebih cepat pada kemarau 2004 tidak ada areal sawah yang puso.

Untuk harga urea menurut beberapa petani saat ini masih relatif murah dan gampang didapat, karena kebutuhan petani belum terlalu banyak.

''Untuk mencari urea saat ini masih mudah dan harganya juga masih biasa, Rp 53.000/kantong isi 50 kg. Mudah-mudahan seterusnya juga mudah dan harganya tidak naik,'' tuturnya. (G23-20k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA