
| Kamis, 30 Oktober 2003 | Jawa Tengah - Muria |
Kemungkinan Penyuapan Kecil
REMBANG- Setelah dilakukan seleksi administrasi secara ketat, dari 1.454 berkas pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang diterima Pemkab Rembang, ternyata yang lolos 1.231 berkas. Adapun 223 berkas pendaftaran lainnya dinyatakan tidak lolos. Salah satu penyebab ketidaklolosan dalam seleksi administrasi itu karena pelamar tidak menyertakan legalisir ijazah, tapi hanya surat keterangan lulus. Bahkan, ada pendaftar yang hanya menyertakan ijazah SMA. Selain itu, juga ada yang tidak menyertakan kartu kuning dari Dinas Tenaga Kerja. "Pada umumnya pendaftar yang tidak lolos seleksi kurang memenuhi syarat yang ditentukan di setiap formasi. Namun, yang paling banyak terjadi adalah tidak menyertakan legalisir ijazah, tapi hanya surat keterangan lulus," ungkap H Wiratmoko, Ketua Panitia Penerimaan CPNS Rembang. Pendaftar yang paling banyak tidak lolos administrasi terdapat pada formasi tenaga pendidikan. Sebab, formasi itu yang paling banyak diminati oleh pendaftar, mengingat kebutuhannya juga sangat banyak. Karena itu, seleksi pun dilakukan sangat ketat, baik sebelum ujian maupun setelah ujian, pada 4 November nanti. "Jika ada pendaftar yang terbukti melakukan pemalsuan surat wiyata bakti, secara otomatis akan gugur meski sudah dinyatakan lolos seleksi. Jadi, jangan main-main dalam pendaftaran ini," tegas Wiratmoko yang juga menjabat Sekretaris Daerah Pemkab Rembang. Dari 1.231 pendaftar yang lolos seleksi administrasi, formasi untuk tenaga pendidikan sebanyak 588, sedangkan tenaga kesehatan 243, dan tenaga teknik tertentu 400. Data-data tersebut akan dikirim ke Pemprov Jawa Tengah. Sebab, yang melakukan pengoreksian soal dan penentuan lulus tidaknya adalah Pemprov Jateng dan salah satu perguruan tinggi negeri di Semarang. "Jika dikoreksi Pemprov dan perguruan tinggi, kemungkinan suap-menyuap untuk meloloskan peserta akan sangat kecil. Saya menjamin, penerimaan kali ini akan berjalan fair. Sebab, kami hanya menerima hasil dari Pemprov," terangnya. CPNS Pati Sementara itu dari Pati dikabarkan, 992 pelamar CPNS di Pati tidak lolos dalam seleksi persyaratan administrasi. Informasi itu akan diberitahukan melalui pos, termasuk mereka yang lolos untuk mengikuti ujian tertulis yang mungkin akan dilaksanakan Selasa (4/11). Sekretaris Daerah Ir Slamet Prawiro mengatakan hal tersebut di ruang kerjanya, Rabu (29/10) kemarin. Sampai batas akhir pendaftaran bagi pelamar ditutup, Sabtu (25/10) pukul 19.00, jumlah seluruh pelamar yang mendaftarkan diri 6.616 orang. Saat ditanya masalah lokasi untuk ujian tulis, Slamet Prawiro menambahkan, tetap diupayakan antara lokasi yang satu dengan lain saling berdekatan. Lokasi yang dimaksud yakni SMAN 1, SMPN 4, SMAN 3 di Jl P Sudirman, atau di pinggir jalan raya Pati-Kudus. Selain itu juga masih ada sekolah yang lokasinya saling berdekatan, yaitu antara SMA Nasional dan SMPN 2. Dari sekolah-sekolah tersebut, yang paling banyak menampung peserta ujian CPNS adalah SMA Negeri 1 karena ruang kelasnya dua lantai. Jika ruang kelas sekolah yang saling berdekatan itu belum mencukupi, masih ada alrternatif lokasi yang berdekatan, yaitu sanggar kegiatan belajar (SKB).(ad, H13-81i) |