logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 30 Oktober 2003 Budaya  
Line

"Jingga" Hadir di SCTV

JAKARTA-Maruli Ara, sutradara yang sukses membesut sinetron Tiga Orang Perempuan, kembali menggarap sinetron. Kali ini, ia menyutradarai Jingga, sebuah sinetron bertema drama keluarga. Sinetron yang dibintangi oleh Bucek Depp, Jihan Fahira, Adhie Pangestu, dan Eksanti tersebut, ditayangkan SCTV setiap Minggu, mulai 26 Oktober lalu pukul 20.00-20.50 WIB.

"Sebagaimana kita ketahui, sinetron Tiga Orang Perempuan yang juga ditayangkan SCTV mendapat penghargaan di Forum Film Bandung. Karena itu, sinetron terbaru Maruli Ara (Jingga) ini, kami harapkan juga akan mendapat apresiasi yang bagus dari penonton," ujar Budi Darmawan, manajer humas SCTV mengenai sinetron terbaru tersebut.

Menurutnya, selama bulan puasa, sekitar 40 persen tayangan SCTV menghadirkan napas Ramadhan, acara yang penuh hikmat dan dapat direnungkan untuk semua kalangan. Empat di antaranya merupakan sinetron baru.

"Selain menyajikan empat sinetron dengan warna Ramadhan tersebut, SCTV juga menawarkan sebuah konsep cerita drama keluarga lewat Jingga. Walaupun bukan sinetron Ramadhan, benang merah cerita Jingga tak kalah isinya dengan makna filosofis yang dalam dan kerap dimunculkan dalam garapan Maruli Ara," lanjut Budi.

Selingkuh

Cerita Jingga diawali dengan hancurnya pembalap bernama Doni (Bucek Depp) akibat kecelakaan. Kecelakaan itu juga cukup mengganggu kehidupan suami-istri Doni dan Reno (Jihan Fahira), istrinya. Melalui saran sahabat Doni, Lena (Marisa Kristina), ia berusaha bangkit dengan membuka usaha bengkel. Kedekatan Doni dan Lena berbuah pada kecemburuan Reno; terlebih ketika Doni lepas kendali berselingkuh dengan Lena di saat mabuk.

Akibat selingkuh tersebut, Reno meminta cerai; serta meninggalkan Doni dan Jingga (Rachel Amanda) putrinya yanhg bekerja di Australia. Dengan penuh kesabaran, Doni menjaga Jingga; ia berperan ganda sebagai bapak dan ibu untuk Jingga.

Empat tahun berlalu, Reno kembali bersama calon suami barunya Ivan (Adjie Pangestu) untuk membawa Jingga ke Australia. Ivan dan Reno berusaha menarik simpati Jingga, yang sudah telanjur dekat dengan Doni, untuk pindah ke Australia.

Doni yang usahanya diambang kebangkrutan, pasrah; bahkan berusaha turut membujuk Jingga yang kecewa dengan Reno. Berbagai usaha pun dilakukan untuk menjauhkan Doni dari Jingga. Kesalahan, kesabaran, kesetiaan, dan keikhlasan, menjadi hikmah dari sinetron Jingga yang diproduksi 13 episode oleh Multivision Plus tersebut.(tn-41)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA