
| Rabu, 29 Oktober 2003 | Surat Pembaca |
Pak Wali Mohon Solusi PT Exporindo TM Jaya
Saya karyawati di perusahaan garment PT Exporindo TM Jaya berlokasi di Jl Raya Sayung Km 9 Semarang ingin memohon perhatian dan bantuan solusi dari Bapak Wali Kota sehubungan permasalahan yang ada di dalam perusahaan. Saya satu dari karyawan yang berjumlah 800 orang. Saya telah 5 bulan tidak bekerja karena pihak manajemen mengatakan tidak ada order dari buyer. Tapi yang menjadi pemikiran, bagaimana status kerja dan kelanjutan dari nasib buruhnya. Saya karyawan yang mudah diajak kompromi. Bagaimana tidak. UMR belum naik alias masih sama dengan UMR tahun 2002 dan untuk THR tahun lalu pun belum diterima. Dan sampai bulan ini (5 bulan) dan terhitung (2 bulan) gaji belum ada kepastian kapan diberikan. Saya hanya inginkan penyelesaian dan kepastian, jangan dijadikan korban lagi. Sebagai buruh pabrik hanya inginkan hak-hak dipenuhi karena merasa telah melaksanakan kewajiban. Pak Wali, kami mohon perhatian Bapak untuk ikut memikirkan menyelesaikan dengan tidak merugikan buruh pabrik. Saya yakin Bapak bersedia memberikan solusi yang terbaik karena Bapak merupakan tokohnya wong cilik di Kota Semarang. Sebelum dan sesudahnya saya pribadi mengucapkan terima kasih dan mohon maaf. Toti
***
Reuni SMP Keluarga
Reuni alumni SMP Keluarga Pati tahun 1981 rencananya akan diselenggarakan tanggal 29 November 2003. Panitia mengharapkan alumni menghubungi Ir Bambang Darmanto 081 5651 3764 dan Pulung Herlambang 081 5662 6822 atau sekretariat Jl Srikaya II/11 Perumnas Winong Pati. Pulung Herlambang
***
Kecewa Pelayanan Nokia PC Sriwijaya
Tanggal 15 Oktober 2003 pukul 18.00 saya bersama suami pergi ke Nokia Priority Center di Jl Sriwijaya Semarang untuk membeli HP. Saat itu hanya ada 2 pembeli dan 3 petugas (1 pria dan 2 wanita). Suami saya langsung bertanya: "Mbak, ada Nokia 2100?" Oleh petugas tanpa menjawab, langsung menyodori daftar harga (apa maksudnya)?. Dengan menahan jengkel kami baca daftar harga tersebut. Kemudian suami saya bertanyalagi : "Mbak ini sudah harga discount ya?" Petugas tersebut lagi-lagi tidak menjawab (dengan cueknya ngobrol dengan petugas lain). Dengan sedikit jengkel saya coba tanya lagi (saya pikir mungkin dia tidak mendengar, tapi mustahil karena toko dalam keadaan sepi): "Mbak apa bedanya Nokia 2100 dan 3315?" E... bukannya dijawab, malah petugas tadi mengajak ngobrol temannya tanpa memperhatikan kami sedikit pun. Apa dikira kami nggak mampu beli HP. Kok nggak punya tata krama melayani costumer. Dengan jengkel dan sakit hati suami saya langsung mengajak pergi untuk cari HP di tempat lain. Beginikah pelayanan yang diberikan untuk orang yang kelihatannya tidak berduit? Sangat disayangkan kalau showroom Nokia yang begitu besar dan punya nama harus tercoreng oleh pelayanan seorang petugas yang hanya memandang penampilan seseorang dari luarnya saja. Bagaimana pihak personalia NPC Sriwijaya. Apakah tidak memberikan pelatihan melayani customer.
Lily Meiliana S
***
Koreksi Tulisan di Kolom Debat
Membaca kolom Debat berjudul "bisnis pendidikan, kenapa tidak" di harian ini 4 September 2003, merasa yakin itu tulisan saya karena sumber rujukan dan isi tulisannya persis seperti yang saya kirimkan sebelumnya. Namun terdapat beberapa hal yang mengganggu sehingga perlu dikoreksi. Penulisnya tertulis Drs Nurkolis MM bukan Drs Nurkalis SH. Hal ini penting diluruskan karena saya tidak merasa memiliki gelar SH yang dalam UU No 20 tahun 2003 dinyatakan, barang siapa menggunakan gelar palsu bisa didenda atau dipidana. Saya hanya memiliki gelar Drs dan MM dan saat ini sebagai Candidate Doctor. Kesalahan ketik ulang dari redaksi dapat dimaklumi karena tulisan yang saya kirim kurang jelas akibat alat ketiknya kurang bagus. Saya memohon maaf kepada pihak-pihak terkait atas kesalahan ketik tersebut.
Drs Nurkolis MM
***
Astaghfirullahal adzim....
Saya membaca Suara Merdeka 25 Oktober 2003 dan menemukan bacaan yang memalukan berjudul "Ngamar, Ditunggui Anak-Istri". Yah itulah yang tidak lain seorang anggota DPRD Salatiga. Hati saya jadi terenyuh, geram sekaligus nggak habis pikir, begitukah sosok pemimpin memberi contoh?. Ataukah memang kebiasaan yang mungkin mumpung belum bulan Ramadan, jadi dipuas-puasin ke-maksiatannya. Anggota DPRD tersebut apa nggak malu dan kasihan terhadap anak-istri. Bila seorang wakil rakyat berbuat zina atau rusak moralnya, bagaimana dengan rakyat. Sangat memalukan dan merupakan tindakan yang buruk. Bisa merusak nama baik lembaga dan anggota DPRD lain yang benar-benar menjalankan tugasnya dengan baik sebagai wakil dari rakyat. Semoga hanya seorang itu saja yang melakukan perbuatan demikian (kemaksiatan). Mari berdoa semoga wakil-wakil rakyat kita diampuni segala dosa dan dihindarkan dari perbuatan yang dapat merugikan negara, rakyatnya, agama dan dirinya sendiri. Didik Irawan
***
Jembatan KA Banjir Kanal Timur
Sebagai pemerhati dunia perkeretaapian sekaligus bangunan kuno, saya memprihatinkan adanya pembongkaran salah satu aset milik PT KA yaitu jembatan KA berkerangka baja yang melintang di atas Sungai Banjirkanal Timur Semarang. Bangunan jembatan KA tersebut memiliki nilai historis, terutama dalam sejarah perkeretaapian di Indonesia. Kalau toh alasannya sebagai bagian normalisasi Sungai Banjirkanal Timur yaitu untuk mencegah banjir, masih bisa diterima. Namun apakah banjir yang terjadi Sungai Banjirkanal Timur penyebabnya karena jembatan KA tersebut. Justru yang menjadi penyebab utama karena sedimentasi lumpur yang berlebihan. Kalau toh sedimentasi tersebut belum mampu dita ngani, maka jembatan KA yang merupakan jalur menuju ke Demak-Kudus tidak harus dibongkar. Karena sudah lama tidak berfungsi maka lebih baik posisi jembatan ditinggikan, sehingga aliran air menjadi lancar. Mudah-mudahan setelah pembongkaran jembatan KA tersebut tidak akan ada lagi kegiatan serupa khususnya yang sudah tidak dilalui kereta api.
Nugroho Wahyu Utomo |