
| Rabu, 29 Oktober 2003 | Sala |
Hakikat Puasa, Perang terhadap Hawa NafsuWONOGIRI-Hakikat puasa, kata Drs H Dajuhari Makmuri MAg, adalah mengendalikan atau perang terhadap hawa nafsu. Padahal, perang terhadap hawa nafsu lebih rumit dan berat ketimbang pertempuran yang nyata. Djauhari mengemukakan hal itu, Senin malam (27/10), saat menjadi penceramah salat tarawih keliling putaran kedua dinas instansi di Wisma Departemen Agama Wonogiri. Ceramah itu dikemas dalam judul ''Ramadan Bulan Perjuangan.'' Penyelenggara tarawih keliling putaran kedua ini, Ketua DPRD Wonogiri Heru Sakirno, menyatakan Ramadan adalah bulan suci penuh rahmat. Selaras dengan itu, masyarakat Wonogiri hendaknya senantiasa menghayati dengan menjaga iklim sejuk dan kondusif. Umat antaragama hendaknya bersikap toleran. Sementara itu, tarawih keliling putaran kedua Bupati bersama Muspida dan jajaran pejabat teras pemerintah digelar Senin malam (27/10) di masjid Desa Setrerejo, Kecamatan Baturetno. Bupati H Begug Poernomosidi SH memberikan bantuan dana Rp 750.000, paket buku agama, dan 100 sak smen ke takmir masjid itu. Tarawih keliling Bupati Selasa malam (28/10) diadakan di Kecamatan Pracimantoro. Adapun tarawih keliling dinas instansi putaran ketiga Selasa malam (28/10) di Kantor Kejaksaan Negeri Wonogiri dengan penanggung jawab Kepala Kejaksaan Negeri Syahrudi Mar SH. Dalam kuliah menjelang buka puasa oleh Drs H Muslim Umar berjudul ''Keutamaan Bulan Ramadan'' dinyatakan bulan puasa bulan milik Allah.Jadi keutamaan ibadah puasa Ramadan hanya untuk Allah. Ramadan disebut pula bulan Syahrul Quran, yang berarti bulan saat Alquran diturunkan. Menyikapi Ramadan, umat Islam hendaknya senantiasa sabar mengendalikan hawa nafsu dan sabar menjalankan amal. Sebab, kata Muslim Umar, Ramadan penuh ujian dan kualitas iman umat diuji. Umat Islam hendaknya senantiasa mengendalikan diri dan introspeksi.(P27-14g) |