
| Rabu, 29 Oktober 2003 | Sala |
Siasati Hidup Dimulai sejak KecilSRAGEN - Memasuki bulan Ramadan 1424 H, Pemkab Sragen menggelar Safari Subuh. Kegiatan itu baru kali pertama digelar sepanjang sejarah pemerintahan Kabupaten Sragen. Rencananya, safari bakal digelar secara bergiliran di 20 Kecamatan. Safari Subuh pertama diadakan di Masjid Al Falakh, Jl Raya Sukowati. Bupati H Untung Wiyono menyatakan, kegiatan safari cocok ditujukan bagi generasi muda. Sebab, kegiatan itu di antaranya bertujuan memberikan bekal nasihat kepada generasi muda dalam mengarungi kehidupan. ''Kalau bertemu generasi muda, kami bisa menyerap masukan tentang apa yang dibutuhkan generasi muda sehingga dapat dijadikan dasar kebijakan dalam penyusunan program tahun 2004,'' tutur Bupati H Untung, kemarin. Safari Subuh di Masjid itu bertema ''Bagaimana Menyiasati Hidup". Kegiatan diikuti Sekda Drs H Srimoyo Tamtomo, Takmir Masjid Al Falakh Drs Moh Sauman, Drs H Mastur Abas, H Suyatno HM BA, dan Mustakim, serta pengurus Remaja Islam Masjid (Risma), masyarakat sekitar, dan para kepala dinas/instansi bagian terkait Pemkab Sragen. Bupati Untung mengatakan, mengarungi hidup ibarat berlayar mengarungi lautan luas yang tidak diketahui pasti di mana tepinya. Selama mengarungi, tentu saja ada riak, badai, dan ombak serta berbagai rintangan lain yang mesti dihadapi. Untuk kesiapan itu membutuhkan pengetahuan, pengalaman, serta persiapan yang matang. Cita-cita Tinggi Begitu pula dalam mengarungi kehidupan nyata, perlu pengetahuan, pengalaman, dan persiapan matang agar bisa berhasil. ''Belajar menyiasati hidup harus dimulai sejak kecil dengan membentuk karakter diri yang baik, selalu mau belajar, dan harus memiliki cita-cita yang tinggi,'' pesannya. Bupati menambahkan, generasi muda dituntut memiliki cita-cita tinggi dengan harapan sebagai pamacu semangat untuk bekerja dan belajar, kalaupun tidak berhasil mencapainya, paling tidak pasti kehidupannya lebih maju dari sebelumnya. Generasi muda diharapkan tidak cepat berpuas diri, selalu belajar, baik secara formal maupun nonformal dari orang lain. Pengendalian diri bisa dilatih dengan berpuasa. Bupati mengatakan, dalam hidup ada tiga hal yang perlu perhatian. Kesehatan badan, akal yang pandai, dan hati yang jernih. ''Apabila ketiga hal itu kita miliki, hidup akan lebih bermakna dan berguna bagi kita, bangsa, dan negara,'' katanya. Usai bersafari, Bupati memberikan bantuan berupa kursus komputer, montir, jahit, bordir, tata rias, dan setir mobil secara gratis untuk keluarga miskin. (nin-14n) |