logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 29 Oktober 2003 Sala  
Line

Wonosari Tercepat Melunasi PBB

  • Diisukan Camat Nomboki Dulu

KLATEN - Untuk kali kedua, Kecamatan Wonosari berhasil melunasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dalam waktu paling cepat di antara 25 kecamatan lainnya di Klaten. PBB senilai Rp 377,7 juta itu lunas pada September lalu.

Namun seiring dengan diraihnya prestasi tersebut, muncul isu tak sedap. Konon keberhasilan kecamatan yang dipimpin Camat Drs Bambang Sugeng itu karena camat berani menomboki dulu. Isu itu terdengar cukup santer.

Maklum, prestasi lunas PBB tercepat sudah empat kali dipegang Bambang Sugeng. Prestasi itu diperolehnya ketika dia menjabat sebagai Camat Gantuwarno, Camat Juwiring, dan dua kali ketika menjadi Camat Wonosari.

''Isu itu memang cukup santer, tetapi tidak mungkin saya menomboki sampai begitu banyak, uang dari mana? Pokoknya yang penting buat saya, prestasi ini dicapai karena kerja keras petugas,'' kata Bambang Sugeng saat syukuran lunas PBB di pemancingan Janti, kemarin.

Para kepala dusun yang bertugas menagih PBB kepada warga mengenakan kaos seragam bertuliskan sukseskan PBB Kecamatan Wonosari. Mereka bekerja keras agar PBB bisa lunas tepat waktu.

Saat Panen

Ternyata para petugas penagih PBB itu selalu mengadakan koordinasi dengan camat. Semula pertemua dilakukan sebulan sekali, lalu dua minggu sekali, kemudian seminggu sekali. Setelah batas waktu makin dekat, pertemuan bisa dilakukan dua kali seminggu.

''Pertemuan itu berguna untuk mengetahui perkembangan di setiap desa. Bila ada kepala dusun yang kurang gesit, saya tawarkan untuk didampingi oleh Kaur, jadi hasilnya bisa lebih baik,'' ujar Bambang.

Ada perbaikan waktu dua bulan. Bila tahun lalu lunas November, tahun ini September sudah lunas. Dari 18 desa yang ada di Kecamatan Wonosari, Desa Tegalgondo paling cepat lunas yakni 26 Juli lalu sudah lunas, sedangkan Desa Duwet paling akhir yakni 30 September.

Penagihan dilakukan ketika warga Wonosari yang sebagian besar petani baru saja panen. Ketika mereka mengantongi uang hasil panen, mereka tidak merasa berat menyisihkan uang untuk membayar PBB. Selain itu, warga tak keberatan membayar PBB karena petugas kecamatan juga tak segan-segan memberi penyuluhan hingga tengah malam.

Berikut urutan pelunasan PBB desa-desa di Kecamatan Wonosari. Desa Tegalgondo lunas 26 Juli 2003, Wadunggetas (30 Juli), Ngreden (25 Agustus), Sekaran (27 Agustus), Lumbungkerep (28 Agustus), Boto (29 Agustus), Gunting (29 Agustus), Bolali (30 Agustus), Sukorejo (30 Agustus), Bentangan (1 September), Kingkang (2 September), Pandanan (8 September), Teloyo (15 September), Bulan (20 September), Jelobo (24 September), Sidowarno (29 September), Bener (29 September) serta Desa Duwet lunas 30 September. (F5-14n)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA