
| Rabu, 29 Oktober 2003 | Sala |
Operasi Pekat Sita Ribuan Petasan
SUKOHARJO- Menjelang Lebaran, Natal, dan Tahun Baru 2004, jajaran Polres Sukoharjo terus menggalakkan operasi penyakit masyarakat (pekat). Dalam operasi yang diberi nama Operasi Cipta Kondisi, polisi menyita ratusan botol minuman keras. Kapolres Sukoharjo AKBP Drs Bambang Rudi Pratiknya SH MM didampingi Kabag Ops AKP Slamet Riyadi SH mengemukakan, sasaran utama operasi tersebut adalah pekat, antara lain perjudian, pembuatan petasan, minunam keras, pelacur, VCD porno, dan berbagai tindak kriminalitas lainnya. ''Seperti operasi yang kami gelar baru-baru ini yang menyita ratusan botol ciu, puluhan botol Vodka, Topi Miring, dan Mansion.'' Adapun dalam operasi pelacur, polisi merazia 14 pelacur yang sering mangkal di Jempingan, Solo Baru. Selanjutnya, mereka akan dididik dengan berbagai keterampilan sebagai bekal terjun ke masyarakat. ''Selama ini, para pelacur yang terjaring operasi selalu berdalih tidak memiliki ketrampilan, sehingga terpaksa terjun ke lembah hitam. Karena itu, sekarang polisi bersama Pemkab mencoba cara baru dengan pembekalan keterampilan.'' Petasan Dalam operasi perjudian, lanjutnya, polisi menyita 11 keplek dan uang tunai hasil penjualan kupon Rp 137.000. Polisi juga menyita 6.600 petasan. Petasan jenis cabai tersebut kini berada di Mapolres untuk dimusnahkan. Warga diimbau untuk segera melapor, jika mengetahui ada jual beli petasan. Kapolres juga meminta kepada masyarakat agar selalu waspada. Pasalnya, sering para pelaku kejahatan memanfaatkan waktu untuk beroperasi saat umat Islam sedang menjalankan ibadah. Terutama pada kasus-kasus yang menonjol seperti pencurian motor. Rumah seharusnya tidak dibiarkan dalam keadaan sepi atau mengunci semua jendela dan pintu sebelum ditinggalkan ke masjid. ''Untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, kami akan terus menggelar Operasi Cipta Kondisi secara rutin dalam waktu tak terbatas,'' tegasnya.(G10-14j) |