logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 29 Oktober 2003 Sala  
Line

Makelar Mobil pun Jadi Calo CPNS

WONOGIRI- Anggota Komisi E DPRD Wonogiri Subandi Pr SPd, Selasa (28/10), menyambut baik jika Bupati Wonogiri H Begug Poernomosidi SH menyadari penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) itu ada yang diproyekkan atau KKN, suap, sogok, dan betul-betul ada calo makelar gelap.

''Walau calonya itu, jelas bukan Bupati atau dari jajarannya,'' katanya.

Pendapat Subandi dari PAN ini diungkapkan untuk menanggapi berita tentang pengalaman Bupati yang pernah ditawari uang sogok Rp 20 juta sampai Rp 30 juta dari pihak yang menginginkan diangkat jadi CPNS (Suara Merdeka, 28/10).

Subandi mengemukakan, bila Bupati mau menerima masukan, maka informasi yang masuk tidak terlambat seperti ini. ''Sayang sekali Bupati terlambat, sehingga baru mengetahui ada calo gelap pada seleksi CPNS 2003. Bahkan, seleksi 2001 dan 2002 juga banyak gentayangan calo atau makelar yang telah menebar jaringnya untuk mencari mangsa,'' katanya.

Jual Sawah

Saat menjawab pertanyaan, dia mengungkapkan, pihaknya pernah menemukan kasus korban calo CPNS.

''Saya pernah mendatangi rumahnya di Desa Sukorejo, Kecamatan Puhpelem, dan memperoleh pengakuan dari korban bahwa dahulu pernah menjual tiga ekor sapi dan sepetak sawah. Meski demikian, dia tetap gagal diterima dan sampai sekarang uang hasil penjualan tiga ekor sapi dan sepetak sawahnya itu tidak dikembalikan."

Usut punya usut, lanjut Subandi, ternyata calo itu adalah makelar mobil. Sayang, walau gagal diterima CPNS, korban tidak memiliki keberanian meminta kembali uang sogok yang pernah diserahkan ke calo itu.

''Meski saya desak-desak, dia juga enggan melaporkan ke polisi atas kasusnya ini,'' ujar Subandi. (P27-14j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA