
| Rabu, 29 Oktober 2003 | Sala |
Panitia Sepakat Tolak Titipan
BOYOLALI- Panitia Penerimaan CPNS Pemkab Boyolali sepakat untuk tidak menerima titipan. Peserta yang dinyatakan diterima hanya berdasarkan hasil seleksi dan nilainya memenuhi persyaratan. Seleksi penerimaan pun dilakukan oleh Pemprov Jateng. ''Jadi, jangan sekali-kali titip,'' tegas Kepala Kantor Informasi, Komunikasi dan Kehumasan (KIKK) Pemkab Boyolali Dra Kristiana Purwanti, kemarin. Sejauh ini, ujar dia, belum ada satu pun pihak tertentu yang mencoba titip agar diterima. Jika ingin diterima, harus bisa lolos seleksi. Dengan demikian, ikuti saja prosedur yang ada dan jangan sekali-kali berusaha menemui panitia. ''Kami tidak mempunyai kewenangan meloloskan atau menerima. Kewenangan pada hasil seleksi. Jika seleksinya baik, pasti diterima,'' ujarnya. Dia mengemukakan, seleksi penerimaan CPNS akan dilakukan oleh Pemprov Jateng. Ini disebabkan pengadaan CPNS dibiayai oleh Dana Alokasi Umum (DAU). Jadi, wajar Pemprov mempunyai andil dalam pengadaan CPNS. Karena itu, kewenangan penerimaan CPNS ada di tangan tim dari Pemprov. Pemkab Boyolali, jelas Kristiana, tidak menyelenggarakan seleksi penerimaan CPNS, karena belum mampu memberi gaji melalui APBD. Jika sudah mampu, seleksi penerimaan pasti dilakukan sendiri. Karena itu kepada masyarakat, pihaknya menekankan, untuk tidak mencurigai penyelenggaraan seleksi dari Pemprov Jateng. ''Ini bukan akal-akalan atau agar mudah menitipkan,'' katanya. Jumlah Pendaftar Sebagaimana diberitakan, seleksi penerimaan CPNS yang dilakukan oleh Pemprov Jateng dinilai tidak tepat. Bahkan ditengarai ada maksud tersembunyi. Sebab, pada era otonomi daerah Bupati berwenang menyeleksi. Jika diselenggarakan pihak lain, tentu lebih mudah meloloskan pegawai tidak tetap (PTT) titipan pejabat. ''Inilah yang saya maksud tersembunyi,'' ucap Koordinator Masyarakat Antikorupsi Kolusi dan Nepotisme (Marak) Sarbini SAg (Suara Merdeka, 24/10). Kristiana mengungkapkan, hingga kemarin jumlah pendaftar tercatat 5.030 orang. Perinciannya, guru 2.421 orang, tenaga teknis 2.066 orang, dan tenaga kesehatan 552 orang. Adapun tenaga atau formasi yang dibutuhkan 110 orang. Dengan perincian: guru 75 orang, tenaga teknis 15 orang, dan tenaga kesehatan 20 orang. Seleksi direncanakan pada 4 November di berbagai gedung SMA dan SMK Boyolali.(shj-14j) |