logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 29 Oktober 2003 Sala  
Line

Puasa, Apel pun Jadi Ogah-ogahan

DATANGNYA bulan Ramadan ternyata membawa ritme kerja yang berbeda di lingkungan Pemkot Surakarta. Salah satunya, jam apel pagi yang rutin diadakan tiap Senin dimundurkan dari pukul 07.15 menjadi 08.00. Hal itu disesuaikan dengan awal jam kerja baru yang berlaku selama bulan suci tersebut.

Meski telah diundur sekitar 45 menit, ternyata itu tetap membuat para peserta nglokro alias kurang bersemangat. Mereka yang mengikuti apel pagi Senin (27/10) lalu terlihat sedikit ogah-ogahan, tak semangat seperti biasanya. Waktu pelaksanaan pun juga dipersingkat atau istilahnya rebut cukup.

"Hari pertama puasa jatuh Senin yang berarti pas ada apel pagi. Ya nglokro, karena belum penyesuaian dengan suasana puasa. Pokoknya, berbeda dari hari biasa. Kalau pas tidak puasa, paginya telah sarapan sehingga kuat," ujar Kabid Humas Badan Informasi dan Komunikasi (BIK), Drs Purnomo Subagyo, kepada Suara Merdeka dengan nada berkelakar.

Demikian juga pada jam kerja selama Ramadan yang lebih pendek dibandingkan dengan hari biasa. Sesuai dengan Surat Sekretariat Daerah No:851/4826, untuk Senin-Kamis pengaturan jam kerja mulai pukul 08.00-14.30. Pada Jumat, hanya sampai pukul 11.00. Apel pagi dan siang menyesuaikan jadwal jam kerja tersebut. Adapun senam kesegaran jasmani tiap Jumat ditiadakan selama bulan suci itu.

Sumpah Pemuda

Pernyataan tersebut sepertinya dibuktikan ketika peringatan hari Sumpah Pemuda yang dipusatkan di Balai Kota Surakarta dan dihadiri pelajar SMP dan SMA, kemarin. Meski ada yang terlihat nglokro dan aras-arasen, upacara tersebut tetap berlangsung khidmat.

Sementara itu, aktivitas pekerjaan di lingkungan DPRD Surakarta selama Ramadan ini, tetap seperti hari-hari biasa. Tak banyak wakil rakyat yang hadir. (Evie Kusnindya, Setyo Wiyono-17s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA