logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 29 Oktober 2003 Sala  
Line

Minta Pindah setelah Lebaran

ALUN-ALUN LOR- Meski telah melampui batas waktu pindah yang jatuh tempo pada 25 Oktober lalu, pedagang di sisi timur Alun-alun Lor berharap diberi toleransi waktu pindah hingga setelah Lebaran. Pasalnya, kios yang mereka renovasi baru selesai sepekan mendatang.

"Kalau pedagang sih berharap diberi toleransi batas waktu pindah sampai setelah Lebaran. Hingga sekarang kios yang direnovasi oleh mereka belum selesai. Paling cepat rampung minggu depan," ujar Ketua Himpunan Pedagang Keris dan Kacamata (HPKK) Hadi Suparmo saat ditemui di kiosnya, baru-baru ini.

Alasan yang dikemukakan, setelah renovasi, pedagang harus membenahi barang-barang yang berserakan dan baru mulai pindah. Itu membutuhkan waktu yang tidak pendek, karena suasana toko saat Ramadan dan menjelang Lebaran pasti ramai. Sambil berbenah, mereka juga harus tetap melayani pembeli yang ramai menjelang Lebaran. "Tak semua tenaga yang ada dikerahkan untuk pindahan," ujarnya.

Seperti diberitakan, Sabtu (25/10) lalu adalah batas akhir kepindahan 72 pedagang di sisi timur Alun-alun Lor ke tempat baru. Hanya, hingga kini baru beberapa pedagang keris saja yang menempati tempat baru yang terletak di belakang kios lama mereka.

Adapun pedagang kacamata baru sebatas bersiap-siap dipindah. Mereka menunggu jalan di sisi utara (dekat Gapura Bathangan) yang merupakan pintu keluar masuk utama kios di sisi utara selesai.

Pedagang keris sudah pindah lantaran di dekat deretan kios mereka terdapat pintu lumayan besar untuk keluar masuk (Suara Merdeka, 25/10).

Hingga Selasa ( 28/10) kemarin, baru enam pedagang keris yang pindah ke kios baru. Renovasi kios mereka telah lebih dulu selesai karena dikerjakan pemborong.

Sementara itu, untuk kios ke-21 pedagang kacamata belum rampung. "Tukangnya terbatas dan tiap kios menunggu giliran."

Renovasi yang mereka lakukan adalah memasang plafon, memberi pintu belakang, dan mengeramik lantai yang mereka lakukan secara swadaya. Dari sejumlah itu, terdapat enam pedagang yang memiliki kios ganda dan memutuskan untuk membongkar tembok pembatas kiosnya, sehingga menjadi satu kios besar.

Mereka mengaku kesulitan memasukkan meja etalase yang berukuran besar jika sekat kios tak dibongkar. Untuk renovasi itu, ada yang berkelompok, dan ada pula yang sendirian. Mengenai biayanya, rata-rata pedagang menghabiskan Rp 600.000 untuk kios berukuran 4,5 m2.(G18-17j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA