
| Rabu, 29 Oktober 2003 | Olahraga |
Diusulkan Sekjen PSSI Digaji Rp 50 Juta/BulanJAKARTA-Ketua Pengda PSSI Jatim Dhiman Abror Djuraid mengatakan, PSSI benar-benar harus mencari seorang sekjen yang profesional dengan imbalan yang juga sangat memadai. Sebab, saat ini diperlukan seorang sekjen yang sekaligus organisatoris ulung, sehingga perlu dicari figur bisa bekerja full time. Dia mengusulkan imbalan gaji untuk jabatan itu hingga Rp 50 juta sebulan. Soal komposisi kepengurusan 2003-2007, dia tidak sependapat jika ada posisi wakil sekjen. "Saya mengkhawatirkan kemungkinan terjadi tumpang tindih kewenangan, selain hanya akan memperpanjang birokrasi. Lebih baik memberdayakan fungsi kepala sekretariat atau semacam sekretaris eksekutif seperti di kepengurusan sebelumnya," ujarnya. Pendapat itu diamini oleh Tondo Widodo, ketua bidang organisasi dalam kepengurusan Agum Gumelar. "Sulit nanti memisahkan wewenang antara sekjen dan wakil sekjen, meski rule of the game-nya sudah ada. Saya juga mengkhawatirkan kemungkinan terjadi overlapping seperti itu," kata Tondo ketika ditemui wartawan di Sekretariat PSSI, Selasa petang kemarin. Dia mengelak menjawab pertanyaan tentang kemungkinan posisi sekjen diberikan kepadanya, mengingat Nurdin Halid sudah secara transparan memuji kesuksesan Kongres Ke-33 PSSI, pekan silam. "Waktu kongres itu saya memang dua kali dipanggil Pak Nurdin yang memuji pelaksanaan kongres. Yang jelas, hingga saat ini saya belum pernah dihubungi lagi," tuturnya. Namun, Tondo sependapat jika jabatan tersebut diberikan kepada orang yang benar-benar mampu mencurahkan waktu sepenuhnya, bukan part-timer. "Dari pengalaman sewaktu sekjen itu dijabat Pak Nugraha Besoes dan Pak Tri Goestoro, kriteria full time itu memang harus diutamakan." Waktu Posisi sekjen memang yang paling menyita perhatian dari struktur kepengurusan PSSI periode 2003-2007. Menurut pemantauan, jabatan itu tampaknya menjadi incaran banyak pihak. Kendati demikian, dari sejumlah nama yang beredar di kalangan komunitas bola, yang disebut-sebut paling berpeluang dan pantas menduduki jabatan itu antara lain Noegraha Besoes, Andi Darussalam Tabussala, Tondo Widodo, dan Muhammad Zein. Dihubungi secara terpisah, M Zein mengakui, sejauh ini dirinya sudah cukup banyak mendengar selentingan tentang kemungkinan jabatan itu diberikan kepadanya. Namun, dia pernah meminta untuk menduduki jabatan itu meskipun dirinya cukup dekat dengan Nurdin Halid. "Itu juga bukan merupakan salah satu bargaining dengan Pak Nurdin. Sebab, dalam pencalonan menjadi ketua umum, saya menjadi salah satu pembantunya," kata dia. Lebih jauh dia juga mengatakan, seandainya memang ditunjuk menjadi sekjen, dia tak bisa mencurahkan waktu sepenuhnya di PSSI. "Saya punya pekerjaan yang lebih bisa menghidupi saya. Jadi, kalau full time, saya tak mungkin bisa memenuhinya," jelas Zein, sembari mengisyaratkan bahwa kemungkinan akan ada wakil sekjen. "Saya beberapa kali diajak ikut rapat menyusun struktur kepengurusan itu," tambah dia. Ketika ditanyakan sejauh mana komposisi kepengurusan PSSI 2003-2007 mengacu pada patron yang dibuat FIFA, Zein mengatakan, aturan FIFA itu memang menjadi salah satu landasan. Misalnya, kepengurusan harus ramping.(wgm-22e) |