
| Rabu, 29 Oktober 2003 | Olahraga |
Lebih Baik Merekrut Dua Pemain Timnas
SEMARANG-Rencana kembali bergabungnya Julio Lopez mendapat reaksi dari Ketua Umum Panser Biru Andi Putra Alam. Dia menilai, tambahan dua pemain timnas yang memiliki kualitas bagus akan lebih baik daripada tetap berpikir menggaet Lopez kembali ke Semarang. ''Daripada menghabiskan uang terlalu banyak untuk Lopez, lebih baik mengontrak dua pemain nasional yang berkelas,'' ujarnya di Sekretariat Panser Biru, kemarin. Panser Biru juga memberikan saran kepada pihak manajemen PSIS agar pemain tambahan yang direkrut mengutamakan pemain dari Jawa Tengah, terutama Semarang. ''Banyak lo pemain asal sekitar Semarang yang teknik, fisik, dan kualitasnya lebih baik daripada pemain asing,'' tandas Andi sembari mencontohkan kiprah Supriyono dan Gendut Doni Christiawan. Dia menyebutkan, para pemain nasional itu kalau dikondisikan dengan baik niscaya bisa memberikan yang terbaik. Adapun pemain asing harus profesional dan loyal agar bisa menghasilkan prestasi bagus bagi tim. ''Kalau ternyata Lopez dalam kompetisi mendatang bisa membuktikan loyalitasnya, it's okay. Namun, apa bisa dengan mudah dia mengubah karakternya,'' tandas dia. Pertimbangan Walau begitu, Andi juga percaya pihak manajemen pasti mempunyai banyak pertimbangan jika ingin tetap merekrut pemain asal Cile itu. Namun, melihat kiprah Lopez dalam kompetisi tahun lalu, hendaknya perlu ditinjau ulang keinginan tersebut. Sementara itu, Lopez diperkirakan tiba di Semarang pada 5 November mendatang. Pada KLI IX, terutama di putaran kedua, dia sering berulah. Tim Mahesa Jenar pun harus tertatih-tatih dahulu sebelum meloloskan diri dari jurang degradasi. ''Ada yang perlu dicatat, lolosnya PSIS dari degradasi bukan karena peran Lopez, melainkan karena jerih payah yang luar biasa dari seluruh pemain. Sepakbola merupakan permainan kolektif. Sekali lagi, itu bukan karena Lopez semata,'' ujar Andi. Beberapa waktu lalu tersiar kabar bahwa agen Lopez, Nelson Sanchez, menurunkan harga kontrak dari Rp 500 juta menjadi Rp 200 juta. Di sisi lain, PSIS tetap pada penawaran semula yakni nilai kontrak Rp 175 juta dengan gaji Rp 17,5 juta per bulan. (H8-22e) |