logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 29 Oktober 2003 Olahraga  
Line

Akhir Rivalitas Poggiali, Rolfo dan Elias

SERI balap motor musim 2003 akan berakhir di Spanyol, 2 November mendatang. Kendati tinggal menyisakan satu Grand Prix (GP), kelas MotoGP dan 125 cc telah menghasilkan pemenang. Hanya kelas 250 cc yang masih menyisakan persaingan sengit tiga pembalap, Manuel Poggiali dari San Marino, Roberto Rolfo (Italia) dan Toni Elias (Spanyol).

Seri penutup tahun ini juga menjadi akhir rivalitas Poggiali, Rolfo dan Elias. Akan lari ke mana gelar juara yang tahun lalu menjadi milik Marco Melandri itu?

Sejauh ini peluang terbesar untuk merebut juara kelas 250 cc berada di tangan Poggiali. Bekas juara dunia kelas 125 cc itu sudah mengemas 226 poin. Sementara Rolfo dan Elias sama-sama mengumpulkan 201 poin.

Syarat utama juara bagi Poggiali adalah finish di depan dua rivalnya itu di Spanyol nanti. Namun untuk mewujudkan hal itu tampaknya tidak mudah. Sebab, dalam tiga balapan terakhir Rolfo dan Elias berhasil masuk finish di depan Poggiali.

Ada dua hal yang saya tangkap dari kegagalan Poggiali menembus garis akhir di depan dua pesaingnya tersebut. Pertama, dia mungkin sengaja cari aman untuk tetap mempertahankan posisi teratas. Dan kedua, Poggiali memang kalah dalam arti yang sebenarnya.

Pada GP pamungkas kali ini, Poggiali tak boleh melakukan kesalahan. Sedikit saja membuat blunder, gelar juara dunia akan melayang. Langkah awal terbaik yang perlu dilakukan adalah menempatkan diri pada baris terdepan dalam start.

Untuk itu, dia harus mencatat waktu bagus dalam final kualifikasi. Strategi lainnya, melakukan start mulus dan jangan sampai tertinggal jauh di belakang Rolfo atau Elias.

Tahan Posisi

Menghadapi situasi seperti yang dialami Poggiali, dia mesti selalu menahan posisi selama lomba. Artinya, dia jangan sampai tercecer di belakang. Yang paling aman tentu melesat sejak start.

Akan tetapi Rolfo dan Elias bukan pembalap kemarin sore. Keduanya juga mempunyai strategi yang harus dituntaskan di seri terakhir. Kalau Poggiali tidak emosi, saya yakin dia bisa menjadi juara dunia baru. Seri pamungkas agaknya bakal sangat seru.

Pertarungan memperebutkan juara pabrikan telah selesai. Kelas MotoGP dikuasai Honda, sedangkan 250 cc dan 125 cc menjadi milik Aprilia. Aprilia mampu menyodok di kelas 125 cc, setelah juara dunia Daniel Pedrosa mengalami kecelakaan.

Oh ya, Federasi Motor Internasional (FIM) juga telah menyusun jadwal GP untuk 2004. Tahun depan akan menggelar 16 seri.

Ke-16 GP itu adalah Afsel, Welkom pada 18 April, Spanyol, Jerez (2/5), Prancis, Le Mans (16/5), Italia, Mugello (6/6), Catalunya (13/6), Inggris, Donington Park (11/7), Jerman, Sachsenring (18/7), Republik Ceko, Brno (22/8), Portugal, Estoril (5/9), Jepang, Motegi (19/9), Qatar, Doha (2/10), Malaysia, Sepang (10/10), Australia, Phillip Island (17/10) dan Valencia (31/10). (Kiminglondo, pemerhati balap motor dan mantan juara nasional-59)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA