
| Rabu, 29 Oktober 2003 | Olahraga |
Mahut Rebut Perhatian di Paris MastersPARIS - Dengan para unggulan berisitirahat pada hari pertama Paris Masters, Prancis menjadikan Bercy sebagai tempat laga para pemain masa depannya. Namun, hanya Nicolas Mahut (21) yang mampu merebut perhatian dan bertahan. Kemenangan Mahut 4-6, 6-4, 7-5 atas Jarkko Nieminen asal Finlandia membuatnya menghadapi sebuah pertarungan keras melawan unggulan utama Juan Carlos Ferrero di babak kedua. "Kemenangan ini membuat saya tidak harus bertanding pada pekan depan (dalam sebuah turnamen challenger). Saya baru saja merebut tempat saya di undian Australia Terbuka," kata Mahut, yang berharap cedera kaki kanannya tidak mengganggu saat melawan petenis nomor satu dunia di babak kedua. Dua petenis muda Prancis, yang karier mereka dalam bahaya setelah sebuah denda pada 2002, Richard Gasquet dan Paul-Henri Mathieu, kalah meski memegang kendali pada set pertama. Gasquet (17) menyia-nyiakan enam match point pada tiebreak set kedua melawan Gaston Gaudio dari Argentina sebelum akhirnya kalah 6-1, 6-7, 4-6. Adapun Mathieu ditahan tiga set poin sebelum akhirnya kalah 5-7, 4-67 atas Hicham Arazi dari Maroko. Itu penampilan pertama Mathieu di Stadion Bercy sejak dia kalah dalam pertandingan terakhir pada tahun lalu di final Piala Davis dari Rusia setelah unggul dua set melawan Mikhail Youzhny. Petenis berusia 21 tahun yang semangatnya nyaris patah setelah trauma Piala Davis itu mengalami tahun yang buruk dan kalah dari Arazi merupakan ketersingkiran di putaran pertama ke-14 kali pada musim ini. Mathieu merasa dirinya seperti bocah berusia 10 tahun dalam 11 bulan terakhir. "Saya pikir saya memiliki sebuah kulot yang kuat, tetapi saya menyadari sekarang saya tidak cukup kuat," katanya. Petenis dari babak kualifikasi Gregory Carraz asal Prancis mengalahkan Radek Stepanek asal Ceko 2-6, 6-2, 7-6. Petenis Inggris Tim Henman menyingkirkan Nikolay Davydenko asal Rusia 6-3, 6-4 untuk melaju ke putaran kedua dengan rival beratnya selama 2003, Sebastien Grosjean. Henman, yang ingin mengakhiri tahun penuh frustrasi, telah dua kali dikalahkan Grsojean di lapangan favoritnya permukaan rumput pada musim ini, termasuk perempat final Wimbledon. Petenis Prancis Grosjean harus menang di sini untuk memiliki peluang merebut tiket terakhir di turnamen pamungkas tahun ini, Masters Cup. "Ini sebuah peluang yang bagus untuk membalas dendam di lapangan dia sendiri," kata Henman. Petenis Panyol Albert Costa, juara Prancis Terbuka tahun lalu, juga melaju ke putaran kedua event Masters pamungkas tahun itu mengalahkan petenis Argentina Mariano Zabaleta 6-7, 6-4, 7-5. (ant-57e) |