
| Rabu, 29 Oktober 2003 | Olahraga |
Kasus KONI III Perlu DitindaklanjutiSEMARANG - Dugaan adanya penyelewengan dana di tubuh KONI Jawa Tengah ditengarai Semarang Corruption Watch (SCW) terjadi sejak dulu. Dugaan penyelewengan semacam itu pernah terjadi dua kali. Kasus kali ini merupakan yang ketiga. ''SCW berharap, nasib kasus KONI jilid III ini tidak sama dengan kasus jilid I dan II, yaitu tidak ada tindak lanjut penanganannya,'' kata Wakil Koordinator SCW Subyakto SH MH dalam keterangan tertulis kepada Suara Merdeka, kemarin. Dia menuturkan, sejak 2001 sudah ada dugaan korupsi tersebut. Saat itu seorang pengusaha swasta yang sangat dekat dengan pejabat Pemprov Jateng diduga kuat terlibat. Modus operandi waktu itu melalui mark up pengadaan barang, sehingga negara dirugikan lebih dari Rp 2 miliar. ''Setelah diketahui adanya korupsi tersebut, sebagian dana yang dikorup dikembalikan, yaitu Rp 900 juta. Lalu, perkara tersebut dianggap selesai,'' tuturnya. Genap setahun setelah peristiwa tersebut, kata dia, di tubuh KONI terjadi lagi penyelewengan dana. Saat itu modusnya melalui pemotongan dana yang ditujukan untuk atlet. Besar potongan mencapai 25%. Berdasarkan catatan SCW saat itu, dana atlet yang dianggarkan Rp 40.000, tapi para atlet hanya menerima Rp 30.000 per hari, sehingga dana yang dipotong Rp 10.000 per hari. ''Penentuan pemborong proyek-proyek KONI juga penuh muatan KKN, baik terhadap pemborong yang ditunjuk langsung maupun lewat tender yang telah diatur pemenangnya. Dugaan itu dikenal dengan kasus KONI II,'' jelasnya. Karena itu, kata dia, Gubernur diharapkan memberikan dukungan moral kepada aparat penegak hukum untuk menyelesaikan kasus sekarang. Dengan begitu, kesalahan kebijakan tidak terulang pada masa mendatang. ''SCW meminta agar aparat penegak hukum, baik kepolisian maupun kejaksaan mengusut tuntas kasus tersebut,'' katanya. Perlu Diusut Sementara itu, beberapa pengda di bawah naungan KONI ketika dihubungi kebanyakan tidak tahu ada penyelewengan dana. Mereka tidak bersedia memberikan komentar tentang hal-hal yang berkaitan dengan dugaan kasus tersebut. ''Saya malah belum tahu ada kabar semacam itu,'' kata Ocke Rubino, Ketua Harian Pengda PABBSI Jateng, kemarin. Dia mengatakan, konsentrasi pengda belakangan ini adalah mengupayakan peningkatan prestasi para atletnya menghadapi PON XVI di Palembang, September tahun depan. (H3,H8-57e) |