
| Rabu, 29 Oktober 2003 | Olahraga |
UEFA Ancam Hukum Turki dan Inggris
LONDON- Otoritas Sepakbola Eropa (UEFA) berencana menjatuhkan hukuman kepada Turki dan Inggris akibat insiden keributan antarpemain di lorong menuju kamar ganti ketika berlangsung pertandingan penyisihan Piala Eropa 2004 antara kedua tim tersebut di Stadion Sukru Saracoglu, Istanbul, 11 Oktober lalu. Ketika babak pertama usai, terjadi perkelahian massal antarpemain maupun ofisial yang dipicu oleh saling dorong antara kapten Inggris David Beckham dengan bek Turki Alpay Ozalan. Kericuhan baru reda setelah wasit Pierluigi Collina (Italia) turun tangan dengan memanggil kedua pemain top tersebut. Pertandingan itu sendiri berkesudahan 0-0. Komisi Disiplin UEFA akan merundingkan kasus ini Kamis (30/10) besok, setelah mempelajari semua bahan, termasuk laporan Collina dan rekaman video. Jika terbukti bersalah, kedua federasi bakal dijatuhi sanksi berupa denda. Dari rekaman video, beberapa pemain Inggris seperti Emile Heskey, Ashley Cole, Sol Campbell, dan David James terlibat dalam bentrokan tersebut. Dari kubu Turki, kapten Bulent Korkmaz terlihat memberikan gerakan yang tidak simpatik, sementara kiper Rustu Recber justru berusaha menenangkan John Terry. Namun UEFA juga memuji kerja keras panitia yang berhasil mengamankan pertandingan dari kemungkinan terjadinya kerusuhan antarsuporter, meskipun banyak pendukung tuan rumah yang melemari pemain-pemain Inggris di lapangan dengan berbagai macam benda. Masalah ini pun akan dibahas dalam pertemuan komisi displin UEFA tersebut. Dari Grup 7 ini, Inggris akhirnya lolos otomatis ke Portugal berkat hasil imbang 0-0 melawan Turki itu. Sebaliknya, Bulent Korkmaz cs mesti melewati babak play-off melawan Latvia jika ingin menyusul lolos ke putaran final tahun depan. (rtr,F3-77) |