logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 29 Oktober 2003 Olahraga  
Line

Bonus untuk Pemain dan Ofisial Dipisah

SEMARANG-Untuk memacu semangat pemain, manajemen PSIS merumuskan formula baru bonus kemenangan. Besar kecilnya bonus tergantung pada tim-tim yang akan dihadapi pada KLI X mendatang, sehingga tidak pakai sistem pukul rata seperti saat KLI IX.

''Kami sudah punya standar. Kalau menang di kandang Rp 20 juta, sedangkan bila seri tak ada bonus. Kalau menang di luar kandang, bonus kami lipatkangandakan. Bila seri, hanya separonya,'' tutur Manajer Tim Yoyok Sukawi semalam.

Bonus kemenangan itu semuanya menjadi hak pemain, karena bonus untuk ofisial sudah dianggarkan sendiri. Pada musim lalu, bonus pemain dan ofisial dijadikan satu dengan pembagian 75 persen untuk pemain dan 25 persen untuk ofisial. Sekarang, untuk ofisial disiapkan bonus tersendiri antara Rp 5 juta sampai Rp 10 juta.

''Angka yang kami sebutkan tadi hanya bonus standar. Bonus yang kami janjikan akan berubah-ubah tergantung siapa lawannya. Itu kami harapkan bisa memacu semangat pemain,'' tandasnya.

Biasanya setelah putaran pertama usai, perang bonus semakin meningkat, sehingga pihak manajemen juga akan berusaha mengimbangi bonus yang dijanjikan oleh tim-tim lain.

''Seandainya nanti ada bonus tambahan dari seorang pengusaha, semua menjadi hak pemain. Jadi dalam hal ini kapten tim yang mempunyai kewenangan penuh. Cara membaginya sudah kami atur. Pemain inti berapa dan cadangan yang main berapa. Semua sudah jelas.''

Pemasukan Tiket

Mengenai dana yang dibutuhkan untuk KLI X, Yoyok masih belum mau menjelaskan secara rinci, karena sampai saat ini belum jelas kompetisi akan diputar kapan. Juga belum jelas apakah masih menggunakan format satu wilayah, atau kembali dua wilayah lagi.

Sudah jelas, kalau dua wilayah biaya bisa lebih murah, karena waktunya lebih pendek. Kalau satu wilayah, biaya yang dikeluarkan tidak jauh dengan musim lalu. Tetapi uang dari APBD tidak semuanya untuk PSIS Utama.

''Dari APBD tidak semua kami ambil, karena digunakan juga untuk tim yunior. Kalau masih satu wilayah, biayanya tidak jauh berbeda dengan musim lalu. Perkiraan kami akan menghabiskan dana Rp 7,2 sampai Rp 8 miliar.''

Uang masuk dari tiket dianggap sudah bagus, karena pendapatan sebanyak itu bersih. Penerimaan sudah dipotong pajak, honor panitia, honor wasit/IP/PP, termasuk sewa lapangan.

Mengenai rencana kontrak pemain pada 1 November, mengalami penundaan. Saat ini manajemen baru melakukan prakontrak, sehingga setiap pemain baru menerima 10 persen dari nilai kontrak.

''Latihan tetap dimulai tanggal 3 November. Sambil latihan berjalan, kontrak pemain kami lakukan. Perkiraannya, kontrak akan kami lakukan antara 5 - 10 November, karena kami baru saja mengajukan dana untuk itu.'' (C16-22)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA