logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 29 Oktober 2003 Semarang & Sekitarnya  
Line

Proyek Waduk Sanggeh Ditinjau Kejaksaan

GROBOGAN- Proyek normalisasi Waduk Sanggeh di Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, Grobogan senilai Rp 2,9 miliar dari Ingub APBD Provinsi 2003, Selasa (28/10) ditinjau langsung Kepala Kejaksaan Negeri M Sinaga SH didampingi Kasi Intel Rahardjo BK SH. Proyek itu diinspeksi mendadak karena tanggulnya dilaporkan longsor.

Namun, kemarin bangunan itu mulai diperbaiki PT Abdi Mulia Berkah Semarang sebagai pelaksana proyek tersebut dengan menggunakan satu unit alat berat. Kajari mengemukakan, beberapa hari sebelumnya pimpro, pengawas, dan pelaksana proyek normalisasi Waduk Sangeh dipanggil ke kejaksaan untuk dimintai keterangan. Sebab ada laporan, tanggul waduk tersebut longsor di beberapa tempat.

''Ternyata longsornya akibat tergerus air pembuangan dari areal sabuk hijau yang kini disalahgunakan warga dengan ditanami jati ditumpangsari dengan tanaman pertanian,'' kata Kajari. Meski demikian, Direktur PT Abdi Mulia Berkah Semarang H Asad menyatakan siap memperbaiki. Sebab, masa pemeliharaan proyek tersebut belum habis.

Bahkan rencananya, pelaksana akan memasang gorong-gorong pada beberapa titik pembuangan. Dengan begitu, diharapkan air hujan tidak langsung terbuang ke waduk melalui bangunan tanggul. Kemarin, di lokasi terlihat beberapa buah gorong-gorong yang rencananya dipasang di beberapa titik pembuangan air.

Kajari mengungkapkan, secara teknis pelaksanaan proyek itu tidak menyimpang dari bestek. Sebab, tidak didapati indikasi penyimpangan dalam pelaksanaannya. Hanya lumpur waduk yang dikedhuk untuk tanggul lebih kurang 3 km masih tampak rawan longsor lantaran tidak diperkuat dengan bronjong batu atau sarana penahan longsor yang lain.

Pelaksana proyek H Asad menuturkan, lumpur tanggul 332.000 m3 itu dalam kontrak memang hanya untuk membuat tanggul keliling. Itu pun tidak diperkuat dengan tebing beton, atau bronjong batu. Sebab anggaran untuk itu tidak ada, sehingga wajar bila sebagian longsor tergerus air.

Pimpro Normalisasi Waduk Sanggeh H Margono ST MM mengungkapkan, waduk itu tidak bisa aman dari ancaman longsor. Sebab, areal sabuk hijau 20 hektare ditanami warga dengan tanaman jati dan pertanian tanaman pangan. Air hujan terbuang langsung ke waduk lewat tanggul itu. Bahkan jika tak segera diantisipasi, tanggul itu akan cepat dangkal. (A23-73j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA