
| Rabu, 29 Oktober 2003 | Ekonomi |
Keranjang Parsel dari Pasar Kobong
Menjelang Lebaran Pesanan MeningkatRIBUAN keranjang parsel aneka bentuk yang dijual di Pasar Kobong Jl Pengapon Semarang, sudah tidak asing lagi bagi para pembuat parsel. Pelanggannya tidak hanya para pembuat parsel dari Semarang saja, tapi kota-kota di sekitarnya, seperti Kudus, Demak, Jepara, Salatiga, dan Ungaran, juga memesan keranjang parsel di tempat itu. Selain itu, sejumlah toko besar seperti Matahari juga kerap memesan keranjang parsel dari para pengrajin keranjang di Pasar Kobong. Pembelian keranjang tersebut, umumnya dilakukan dalam partai besar. Di Pasar Kobong terdapat lebih dari 5 orang pembuat keranjang parsel sekaligus penjual. Pak Mashadi salah seorang pemilik usaha pembuatan keranjang parsel itu telah menggeluti bisnis musiman menjelang Lebaran sejak tahun 1985-an. Jenis Keranjang Biasanya, 2 bulan menjelang Lebaran dia telah membuat berbagai macam jenis keranjang dengan jumlah yang cukup banyak. Kalau sejak awal tidak dipersiapkan mereka akan kewalahan, karena saat menjelang Lebaran permintaan akan sangat tinggi. "Kami pernah tidak mampu memenuhi permintaan sejumlah toko pembuat parsel, karena keterbatasan kemampuan," tuturnya. Untuk mengantisipasi hal itulah, sejak beberapa bulan dia sudah mempersiapkan keranjang parsel. Dalam pembuatan keranjang parsel tersebut, dia mendatangkan limbah kayu jenis Jluntung dan Keramin dari Tambak Haji. Limbah kayu tersebut sejak dari pabrik sudah berbentuk berbagai jenis potongan, yang siap disusun menjadi keranjang. Harga setiap rit atau 1 pick-up kendaraan sekitar Rp 500 ribu, tergantung kualitas kayu. Setiap satu rit kayu, bisa menghasilkan sekitar 400 buat keranjang ukuran standar. Selain kayu, Mashadi juga menggunakan rotan untuk membuat jenis keranjang parsel tertentu. Rotan yang dipakainya untuk membuat keranjang itu didatangkannya dari Kali Alang Kecamatan Gunungpati. Menjelang Lebaran tahun ini, dia mempekerjakan 7 orang tenaga kerja untuk membuat berbagai jenis keranjang. Setiap harinya dia dan karyawannya dapat menghasilkan ratusan keranjang. Meskipun untuk bulan ini, Mashadi memfokuskan usahanya membuat keranjang parsel, namun dia akan tetap melayani permintaan kerajinan lainnya. Sebab, kata dia, pada bulan-bulan biasa usahanya adalah membuat jenis rak buku atau sepatu, tudung saji, dan kursi dari rotan. (Surya Yuli P-82) |