
| Rabu, 29 Oktober 2003 | Ekonomi |
BPPN Menilai Sorak Financial Layak Membeli Saham BIIJAKARTA - Konsorsium Sorak Financial dinyatakan sebagai qualified bidder dalam divestasi 51% saham Bank International Indonesia (BII). Sementara itu, Konsorsium United Overseas Bank (UOB) asal Singapura dinyatakan mundur dan satu konsorisum lokal, yakni PT Bank Panin Indonesia Tbk, belum diberikan status. "Secara total (Konsorsium) Sorak kami pilih karena memiliki higher score dalam totalitas itu," kata Kepala Badan Penyehatan Perbankan nasional (BPPN) Syafruddin A Temenggung kepada pers di Jakarta, Selasa (28/10). Konsorsium Sorak terdiri atas Kookmin Bank dari Korea, Barclay Bank (Inggris), Asia Financial Holding, dan ICB Financial Group Holding (Malaysia). Konsorsium Sorak dianggap memiliki rencana bisnis, sales purchase agreement (SPA), dan struktur konsorsium yang kuat dibandingkan dengan Konsorsium Bank Panin, sehingga BPPN memberikan nilai lebih kepada mereka. Menaikkan Harga Meskipun begitu, BPPN belum memastikan kapan konsorsium itu akan memenangi divestasi tersebut. Syafruddin menyebutkan, konsorsium itu masih diminta menaikkan harga penawarannya dan membahas masalah SPA yang diajukannya. Jika tidak, kata dia, konsorsium itu dinyatakan tidak qualified, sehingga akan diberikan kepada Konsorsium Bank Panin. "Kami menuju pada preferred bidder berikutnya. Yang memang eligible yaitu Panin, dengan catatan konsorsium itu harus menerima SPA yang dibuat BPPN," ujar Syafruddin. Dalam soal harga, Konsorsium Sorak Financial memang memberikan harga di bawah Konsorsium Bank Panin. BPPN memberikan poin 52 kepada Konsorsium Sorak dan poin maksimum 60 kepada Konsorsium bank Panin. Namun, karena Bank Panin tidak bisa memasukkan surat perjanjian jual beli (SPA) hingga batas akhir, BPPN tidak bisa menilainya. Konsorsium Panin juga menggandeng Fleur Enterpise yang bermarkas di British Virgin Island. Panin selama ini dianggap sebagai salah satu bank terkuat yang beroperasi sejak 1971 di Indonesia. Bank tersebut pernah dimerger empat kali dan diakuisisi tiga kali. Karena itu, meski kepemilikan sahamnya di konsorsium kecil, Panin bisa saja menambah modalnya. (wa-82e) |