logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 29 Oktober 2003 Ekonomi  
Line

Bali Air Disambut Positif

  • Bandara A Yani Siap Fasilitasi

SEMARANG-Rencana Maskapai Penerbangan Nasional Bali Air yang membuka rute Semarang-Jakarta per 1 November 2003 dengan tarif Rp 245.000 mendapat sambutan positif. Misalnya, para pelaku pariwisata yang tergabung dalam Association of The Indonesian Tours & Travel Agencies (Asita) atau Asosiasi Perusahan Perjalanan Jateng menyatakan, tarif tersebut akan menguntungkan konsumen.

"Masyarakat akan memiliki banyak pilihan. Sebab, selama ini tarif yang berlaku hanya bisa dinikmati oleh masyarakat menengah keatas," ungkap Soediyono, Ketua Asita Jateng, kemarin.

Selain itu, tarif pesawat murah yang diterapkan Bali Air-meski untuk sementara sehari baru satu kali penerbangan-juga bisa meningkatkan kunjungan wisatawan, khususnya domestik. "Selama ini pesawat dari dan ke Semarang selain be lum begitu banyak, tarifnya juga tinggi.

"Namun, persaingan harga antarmaskapai penerbangan di Semarang belum mengarah kepada hal yang tidak sehat. Sebab, tiap-tiap perusahaan memiliki segmen pasar sendiri. "Istilahnya seperti di restoran. Kalau ingin makan yang enak ya sesuai dengan kemampuan," ujarnya.

Siap Mengakomodasi

Pelaksana Harian Perum Angkasa Pura II Cabang Bandara A Yani Semarang Nyoman Sukarja menyatakan, pihaknya siap mengakomodasi pesawat yang digunakan untuk rute baru tersebut. Bahkan, berapa kali pun jadwal penerbangan itu, bandara bisa menampung.

Selama ini, kapasitas landing di Bandara A Yani bisa melayani tujuh pesawat Boeing 737-500. Kini permintaan jasa penerbangan di Semarang terhitung tinggi, dengan rata-rata 900 kursi hingga 1.200 kursi setiap hari dalam setahun.

"Jalur penerbangan Semarang-Jakarta merupakan rute yang paling diminati oleh konsumen, selain Surabaya dan Bandung," katanya.

Maharani PS, Distrik Manajer Bali Air Semarang mengemukakan, meski Bali Air menggunakan strategi low fare airlines (tarif murah) Rp 245.000, pihaknya tetap mengutamakan pelayanan dan keselamatan penumpang. Dia juga optimistis, jam keberangkatan pukul 08.30 dari Semarang dan dari Jakarta pukul 07.00 akan memiliki load factor (tingkat isian seat) di atas 90%.

Segmen pasar di kelas tersebut, tambah dia, selama ini belum tergarap.Sementara itu, Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia mulai 26 Oktober 2003 juga menambah jadwal penerbangan rute Semarang-Jakarta dari 7 kali menjadi 8 kali setiap hari.

"Hingga akhir tahun ini belum ada rencana menaikkan harga tiket," ujar Grace Purukan, General Manager Garuda Indonesia Semarang, kemarin. (G2-82e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA