logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 29 Oktober 2003 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

Ramadan Ya Ramadan

Sahur Cukup dengan Mendoan

PURWOKERTO - Nasi rames dan teh hangat saat makan sahur, ternyata banyak menjadi pilihan kalangan mahasiswa Purwokerto yang menjalankan ibadah Puasa di kos-kosan (indekos). Pasalnya, menu yang tersedia di warung-warung makan sekitar tempat tinggal sementara mereka, mayoritas menu tersebut. Di samping harganya memang relatif murah, penjualnya pun tidak terlalu repot membuatnya.

Di Purwokerto, lingkungan kos-kosan terbanyak tersebar di kampus Unseod Grendeng dan Karangwangkal, UMP di Berkoh, Unwiku Karangsalam, dan lembaga-lembaga pendidikan lainya di dalam kota.

Sejumlah mahasiswa yang ditemui Suara Merdeka Selasa (28/10) pagi, saat sahur menuturkan, untuk sekali makan sahur mereka cukup mengeluarkan uang antara Rp 1.500 - Rp 3.500. Nasi rames dengan sayur tempe kering, gudeg, mi, dan oseng kacang atau kangkung ditambah lauk seperti telur dan ikan tongkol, harganya Rp 2.500. ''Dua hari ini, saya sahur cukup dengan nasi rames dan teh hangat, mau milih yang enak gimana, menu yang tersedia di warung cuma ini. Mau ke bawah (kota-Red) tidak punya motor,'' ujar Anwar mahasiwa D3 Bahasa Unseod.

Bagi yang malas keluar kos, ada yang memilih memakai model kateringan atau memasak sendiri. Tini misalnya, mahasiswi angkatan 2000 itu bersama tiga teman kos memesan katering yang dibayar seminggu sekali. Dia mengatakan, dalam seminggu dia membayar Rp 12.500.

Untuk mendapatkan menu yang enak sesuai dengan selera, mereka ada yang kreatif seperti diceritakan Sari, mahasiswi Fakultas Ekonomi ini. Bersama 13 teman indekos lain, mereka iuran membayar tukang masak. Setiap orang membayar Rp 30.000 selama Puasa. ''Perinciannya, Rp 20.000 untuk jatah makan sahur dan buka, sisanya untuk membayar tukang masak. Jika dihitung-hitung, ini lebih murah dan menu terjamin karena kita bisa menentukan mau makan apa hari ini,'' ceritanya.

Namun mahasiswa yang suka merokok, kadang makan sahur hanya sebagai pelengkap. ''Yang penting saya bisa merokok, makan cukup dengan mendoan,'' kata Heri - mahasiswa asal Pati, saat ditemui, dia sudah menghabiskan dua batang rokok. (G22-80n)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA