
| Rabu, 29 Oktober 2003 | Jawa Tengah - Banyumas |
Seleksi Administrasi CPNS Menuai Protes
PURWOKERTO- Seleksi administrasi calon pegawai negeri sipil daerah (CPNSD) wilayah Banyumas yang berakhir kemarin menuai protes dari sejumlah peserta. Mereka memprotes karena tidak lolos. Mereka kurang memenuhi persyaratan administrasi yang ditentukan panitia, terutama peserta yang pernah mengabdi di instansi pemerintah. Ketua Panitia Penjaringan CPNSD Banyumas, Imam Durori, Selasa (28/10), tidak membantah hal itu. Beberapa calon peserta memang mendatangi panitia dan menanyakan ketidaklolosan mereka, yang terganjal kekuranglengkapan persyaratan. Padahal, kata dia, tanpa diprotes pun panitia akan memberitahukan pendaftar yang lolos dan tidak. ''Yang protes memang ada. Namun tidak etis kami sebutkan namanya. Umumnya mereka pernah mengabdi di instansi pemerintah, tetapi masa pengabdian kurang dari lima tahun,'' ujar dia di ruang kerjanya, kemarin. 110 Orang Wakil bupati itu tak mengelak bahwa ada diantara mereka telah mengabdi lebih dari lima tahun. ''Namun setelah kami kembalikan ke aturan persyaratan bahwa CPNSD di atas umur 35 tahun harus punya masa pengabdian lima tahun berturut-turut sesuai dengan PP Nomor 11 Tahun 2002, pengabdian terakhir sampai 17 April 2002, ternyata masa pengabdian dia kurang satu bulan. Otomatis dia tidak kami loloskan,'' kata dia. Kabupaten Banyumas, sesuai dengan data panitia seleksi, membutuhkan 110 orang PNS pada tahun 2003. Kesempatan itu akan diperebutkan 2.680 orang yang lolos seleksi administrasi. Total pelamar 4.148 orang. Adapun 1.468 orang dinyatakan tidak lolos. ''Seleksi kali ini ketat. Pelamar yang tak mencantumkan prangko balasan saja langsung gugur, apalagi yang kurang persyaratan administrasi,'' kata dia. Seleksi ketat administrasi, kata dia, dimaksudkan agar calon peserta tidak sekadar mampu memenuhi persyaratan tetapi juga teruji kemampuan mereka menangkap informasi. Sebab, PNS bukan politikus melainkan pekerja terampil dan cekatan. Semua berkas pendaftar kemarin dikirim ke Pemerintah Provinsi Jateng. Pada 29-30 Oktober peserta yang lolos akan diberi kartu tes untuk mengikuti seleksi berikutnya, 4 November. Dia juga membantah keras isu KKN dalam seleksi CPNSD. Seleksi PNS kali pertama setelah reformasi ini, ujar dia, harus bersih dari segala praktik KKN. Panitia menyiapkan tujuh tempat seleksi tertulis. Yaitu, SMUN 1, SMUN 2, SMUN 5, SMK 2, SLTP 2, SLTP 6, dan SMK Kesatrian. (G22-80g) |