logo SUARA MERDEKA
Line
  Selasa, 28 Oktober 2003 Berita Utama  
Line

Rekuiem Lepas Kepergian Lima Korban Kecelakaan Bus di Ponorogo

DISEMAYAMKAN: Lima peti jenazah korban kecelakaan bus Semeru di Ponorogo disemayamkan di Gereja Santo Yusup Bintaran, Yogyakarta, untuk dibe rkati dalam rekuiem yang dipimpin Vikjen Keuskupan Agung Semarang Rm Ign Djaya Sewaya. (43e) - SM/Sugiarto

YOGYAKARTA - Peti jenazah lima korban kecelakaan bus pariwisata Semeru kemarin siang disemayamkan di altar Gereja Santo Yusup, Bintaran, Yogyakarta. Setelah pemberkatan melalui rekuiem yang dipimpin langsung Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Agung Semarang Rm Ign Djaya Sewaya Pr, kelima korban dilepas untuk dibawa pulang ke rumah duka.

Empat jenazah, yakni Yohanes Pulung Sujani (61), Ny Maria Magdalena Sri Sugiyanti (51), Ny Chatarina Heri Antini (51), dan Ny Theresia Sumiarsih Sukarman (58) dikebumikan hari itu juga. Adapun Ny Maria Yuliana Suhadiati (56) akan dikebumikan pada pagi ini (Selasa, 28/10).

Sementara itu, 18 korban lain yang mengalami luka berat dan ringan hingga kini masih dirawat di rumah sakit di Ponorogo.

Seperti diberitakan, kemarin, bus pariwisata Semeru AB-9892-A yang dikemudikan Buang Harun Sucipto (61) mengalami kecelakaan tunggal, Minggu (26/10) sekitar pukul 16.00 WIB. Bus tersebut terperosok ke dalam jurang sedalam empat meter di kawasan Pulung Binting, Ponorogo, Jawa Timur.

Duka Mendalam

Kepergian kelima orang tersebut tak urung membawa duka mendalam bagi umat Katolik di Lingkungan Brayat Minulyo Nazareth, Bintaran, Yogyakarta. Tak henti-hentinya para pelayat meneteskan air mata ketika mengikuti misa arwah kurang lebih dua jam.

Romo Fusi yang melepas kelima jenazah mengatakan, kecelakaan itu terjadi 4-5 kilometer setelah Gua Maria. Ketika bus memasuki kawasan tikungan Pulung Binting, tiba-tiba dari arah berlawanan muncul mobil tak dikenal.

Saat itu pengemudi bus berusaha menghindar agar tidak terjadi tabrakan. Namun, bus selip dan sopir gagal mengendalikan laju bus. Akhirnya bus masuk jurang sedalam lima meter.

Jeritan penumpang pun terdengar memilukan ketika bus berjumpalitan masuk jurang. Warga sekitar lokasi kecelakaan pun segera memberikan pertolongan dan membawa para korban ke rumah sakit Ponorogo. Lima korban tewas langsung dibawa ke Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta.

Kedatangan lima jenazah di RS Panti Rapih disambut ratusan pelayat. Meski jenazah datang pukul 11.00, sejak pagi Gereja Bintaran sudah dipenuhi pelayat.

Ketika lima mobil ambulans yang membawa lima jenazah tiba di halaman Gereja Bintaran, air mata para pelayat pun tak terbendung. Rasa haru dan pilu makin menjadi-jadi, ketika satu per satu peti jenazah dikeluarkan dari mobil untuk dibawa ke altar.

Puncak kesedihan terjadi ketika peti jenazah kembali dimasukkan ke mobil jenazah untuk dibawa ke rumah duka masing-masing.

Musibah yang menimpa keluarga besar Lingkungan Brayat Minulyo Nazareth, Paroki St Santo Yusup, Bintaran itu mengejutkan warga Mergangsan. Kebetulan kelima korban berdomisili di Kampung Mergangsan dan Surokarsan yang hanya dibatasi Jalan Tamansiswa. (sgt-43e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA