logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 24 Oktober 2003 Sala  
Line

"Green Day Itu Ngepel Joglo To....."

PAGI itu, aktivitas di sekitar Joglo kawasan Taman Sriwedari belum begitu tampak. Kios-kios kecil yang berada di sisi sebelah barat, pintunya masih sedikit tertutup. Lalu lalang kendaraan pun hanya sesekali saja. Maklum, jarum jam baru menunjuk angka 7.

Sementara di salah satu sudut, sekelompok orang yang kelihatannya seperti baru bangun tidur tengah duduk-duduk sambil menikmati udara pagi. Mereka tak lain adalah para tuna wisma, yang memang hampir setiap malam memanfaatkan tempat tersebut menjadi "hotelnya".

Namun kesepian suasana itu mendadak berubah, ketika datang sekelompok orang berseragam kaos putih biru. Keramaian pun muncul, saat mereka mulai melakukan aktivitas. Membersihkan halaman, menyapu dan mengepel lantai, menyiangi tanaman, serta membersihkan langit-langit bangunan tersebut.

Bersamaan dengan itu, beberapa di antaranya memasang spanduk yang berhias tulisan di depan Joglo. Membentang panjang hingga tulisannya bisa terbaca dengan jelas. Di antara kata yang tertulis itu, ada kata yang berbunyi "Green Day".

Tak urung, kedatangan orang-orang yang berseragam itu membuat para tuna wisma bertanya-tanya. Namun ketika melihat aktivitas yang sedang dilakukan, mereka pun segera tahu sedang ada kegiatan membersihkan kawasan Joglo Taman Sriwedari.

Dan saat membaca tulisan yang ada di spanduk, dengan cepat pula para tuna wisma itu bisa mengerti apa yang dimaksud.

"Oh, membersihkan Joglo itu artinya Green Day tho...," ujar salah satu di antara mereka.

Fasilitas Umum

Benar memang, sedang ada kegiatan membersihkan kawasan Joglo. Meski Green Day itu bukan (hanya) berarti membersihakan kawasan tersebut. Namun itu nama salah satu program penghijauan dari Hotel Novotel Solo dalam menyambut ulang tahunnya yang keenam.

Seperti dikatakan Dyah Ambar, Food and Beverage Promotion hotel tersebut, dalam menyambut ulang tahunnya yang keenam, Novotel menggelar beberapa acara. Salah satunya program peduli lingkungan sekitar yang kemudian diberi nama Green Day. "Mengapa kemudian Joglo Sriwedari yang kami pilih? Karena tempat ini merupakan salah satu fasilitas umum atau public area yang sering dikunjungi masyarakat. Karena itu, suasana yang bersih dan nyaman benar-benar sangat dibutuhkan di sini," paparnya.

Menurut dia, dalam kegiatan itu sebagian besar karyawan Novotel dilibatkan. Bahkan sampai General Manager (GM), Christophe Karamis, pun tak mau ketinggalan untuk ikut bersih-bersih. "Bisa dilihat tadi, GM kami malah ikut mengepel lantai. Dan dia sendiri yang menginginkannya." (Wisnu Kisawa-17)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA