logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 24 Oktober 2003 Sala  
Line

DPU Akui Kualitas Pengerjaan Jelek

KOTA-Dinas Pekerjaan Umum (DPU) mengakui kualitas pengerjaan pengaspalan jalan di RW 4 Kelurahan Sriwedari Kecamatan Laweyan tersebut kurang bagus. Dinas tersebut juga telah menegur pelaksana dan pimpronya agar memperbaiki kinerjanya.

"Kualitas pengaspalan di tempat itu memang kurang bagus. Pelaksana proyek telah kami tegur dan diminta mengerjakannya dengan baik. Masalah yang timbul itu hanya karena miskomunikasi antara warga dan pelaksana proyek," kata Kasubdin Bina Marga DPU Ir Herry Sukoreno MSi kepada Suara Merdeka, kemarin.

Dia menuturkan, pengaspalan jalan di Kampung Priyombadan yang dihentikan warga RW 4 Kelurahan Sriwedari itu kini mulai dikerjakan kembali. Hal itu dilakukan menyusul adanya pembicaraan dan kesepakatan dengan warga.

Pelaksana Sama

Pekerjaan proyek itu dilanjutkan kembali oleh pelaksana yang sama dengan diawasi warga. Sekretaris kelurahan dan ketua RW setempat akan mendampingi pengerjaannya. Hal itu dimaksudkan untuk mengakomodasi keinginan warga.

Seperti diberitakan, puluhan warga RW 4 Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Selasa (21/10) malam lalu menghentikan proyek pengaspalan jalan yang tengah dikerjakan di wilayah mereka.

Menurut penuturan sejumlah warga, penghentian itu terpaksa dilakukan karena warga jengkel terhadap proyek tersebut. Tanpa ada sosialisasi sebelumnya, tahu-tahu pengaspalan jalan sekitar 400 meter itu langsung dikerjakan.

"Jelas itu membuat kami kaget. Kami menyayangkan mengapa tidak ada sosialisasi terlebih dahulu," ujar Ketua RW setempat PC Sumarmo kepada Suara Merdeka.

Dia menyebutkan, semestinya sebelum proyek itu dikerjakan, ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada warga. Selain menyangkut etika, paling tidak warga yang rumahnya di sisi jalan bisa mempersiapkan diri. Terutama yang menggunakan sisi jalan misalnya untuk parkir mobil. Selain karena tidak ada sosialisasi sebelumnya, penghentian pengaspalan itu dilakukan karena warga melihat pengerjaannya tidak memuaskan. Warga menyebutkan, pengaspalan dilakukan asal-asalan, tanpa memperhitungkan kualitas hasilnya (Suara Merdeka, 23/10).

Sementara itu, dari pengamatan Suara Merdeka di lokasi, belum terlihat tanda-tanda proyek tersebut mulai dikerjakan kembali. Lokasi proyek itu masih lengang dari pekerja. Pengaspalan yang belum selesai juga belum dilanjutkan. (G18,G19-17e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA