logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 24 Oktober 2003 Sala  
Line

Dibayar Rp 80 Juta, Pistol Belum Diberikan

BOYOLALI - Komisaris Utama PT Asia Makmur Ampel (AMA), Ampel, Boyolali, H Hayari belum lama ini melapor ke Polres Boyolali berkaitan dengan pembelian senjata api yang merugikan dirinya. Direktur Utama CV Anindya itu membeli pistol merek Hunter dari seseorang yang mengaku bernama Sh SE. Namun, sejak Mei pistol itu belum diserahkan.

Sumber di kepolisian menyebutkan, senjata api itu senilai Rp 80 juta dibayar tiga kali dan ditransfer di salah satu bank. Semula harga pistol itu Rp 90 juta. Oleh Hayari ditawar Rp 80 juta dengan perjanjian dibayar tiga kali.

Penawaran pertama dilakukan pada 6 Mei sekitar pukul 11.00. Setelah terjadi kesepakatan, sebagian dibayar kontan dan kekurangannya dibayar dengan transfer uang. Namun, setelah lunas, senjata api itu tidak segera dikirimkan. Saat dia ditawari, memang pistol tidak dibawa atau diperlihatkan. Dia hanya diberitahu mereknya. Hayari percaya karena dalam menawarkan itu Sh SE diantar oleh seseorang yang sudah dikenal dan dipercaya.

Kapolres AKBP Drs Oneng Subroto melalui Kaur Bin Ops Reskrim Iptu Bambang Kadarisman mengatakan, polisi kini terus mengusut kasus itu. Nama penjual senjata api sudah diketahui, tapi alamatnya belum diketahui secara pasti. Karena itu, polisi terus menghimpun saksi-saksi guna pengusutan.

Sementara itu, Hayari saat dimintai konfirmasi mengakui dirinya telah melapor ke polisi. Namun, dia tidak banyak berkomentar dengan alasan kasus tersebut sudah ditangani polisi. (shj-34e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA