
| Jumat, 24 Oktober 2003 | Sala |
Jika Berbeda, Jadwal Puasa Jangan DipertentangkanBOYOLALI - Perbedaan puasa Ramadan hendaknya jangan dipertentangkan atau menimbulkan suasana yang tidak harmonis. Sudah beberapa kali puasa Ramadan berbeda dan tidak ada masalah. "Karena itu, jika jadwal tidak bersamaan atau terpaut satu hari, harus dinikmati jangan diperdebatkan," kata Ketua Lembaga Am`arif Pimpinan Cabang (PC) NU Kabupaten Boyolali, Drs Setyo Sutrisno, kemarin. Lembaga Ma`arif adalah lembaga otonom PC NU yang menangani masalah pendidikan. Pendapat senada juga dikemukakan Anggota Majelis Politik dan HAM Pimpinan Daerah (PD) Muhamadiyah Boyolali, Drs Thontowi Jauhari SH. Menurut dia, kilafiyah atau perbedaan merupakan rahmat yang harus dinikmati bersama. Dengan demikian, tidak perlu dipertentangkan atau dipermasalahkan jika puasa tidak sama. "Justru bila puasa Ramadan berbeda merupakan bukti kita bisa hidup berdampingan dalam suasana yang berbeda. Inilah yang disebut rahmat," katanya. Baik Setyo Sutrisno maupun Thontowi Jauhari berkeyakinan puasa tahun ini dimulai Senin (27/10). Dengan demikian akan terjadi persamaan dalam mengawali puasa. Sejauh ini mereka belum menerima pengumuman secara resmi dari induk organisasi. Namun berdasarkan informasi yang diterima atau pemberitaan media massa, puasa dimulai bersamaan. Harus Dihormati Setyo Sutrisno menuturkan, penetapan jadwal puasa yang berbeda bukan sesuatu yang baru. Begitu pula jadwal shalat Id pernah berbeda dan terpaut satu hari. Semua pendapat atau penetapan jadwal adalah baik. Sebab ada keyakinan dan pendapat sendiri-sendiri. Pendapat yang berbeda harus dihormati. Dalam kehidupan masyarakat pun kita terkadang berbeda. "Jadi, sekali lagi jangan dipertentangkan," katanya. Thontowi memaparkan, perbedaan jadwal puasa tidak hanya sekali tetapi sudah berulang-ulang. Setiap terjadi perbedaan kita tetap hidup dalam suasana rukun dan saling menghormati. Jika tahun ini berbeda, ciptakan suasana yang harmonis dan rukun seperti sebelumnya. Setiap pihak jangan saling mempermasalahkan atau merasa alergi dengan jadwal yang berbeda. "Justru perbedaan itu rahmat," tambahnya. (shj-58s) |