
| Jumat, 24 Oktober 2003 | Sala |
Bayi Mungil Sengaja Ditinggal di Rumah DukunBOYOLALI - Pihak berwajib di Boyolali kembali melakukan pengusutan atas penemuan bayi di rumah Pariyem (63), penduduk Dukuh Weden, Desa Mojolegi, Kecamatan Teras. Bayi perempuan berbobot 2,9 kg dan tinggi badan 46 cm itu, Selasa lalu sengaja ditinggal sang ibu kandung di rumah Pariyem yang juga dukun bayi. Bocah perempuan tersebut terlihat masih segar. Hingga siang kemarin bayi itu masih dalam perawatan Pariyem. Polisi belum mengetahui identitas ibu kandung sang bayi. "Sejauh ini polisi belum menemukan adanya unsur pidana. Karena itu, kami berusaha mencari dan menemukan ibunya untuk dimintai keterangan," kata polisi. Keterangan yang dihimpun menyebutkan, bayi itu lahir sekitar pukul 23.00. Sebelumnya Pariyem didatangi seorang perempuan yang mengaku dari Nusukan, Solo. Kedatangan ibu muda tersebut minta agar dibantu persalinan. Setelah lahir bayi masih dirawat di rumah Pariyem. Esok harinya bayi tersebut ditinggalkan ibu kandungnya di kamar dan membuat Pariyem terkejut. Saat ditinggal pergi bayi itu tidur, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan. Setelah ditunggu beberapa jam tidak muncul, kemudian Pariyem melaporkan peristiwa itu ke polisi. Empat Kejadian Menurut catatan Suara Merdeka, sejak Juni 2003 terdapat empat kali kasus pembuangan bayi. Tiga di antaranya ditemukan dalam keadaan meninggal. Penemuan pertama pada 29 Juni di bawah jok mobil. Mayat bayi tersebut ditemukan saat kernet bermaksud membersihkan jok mobil bagian belakang di Dukuh Gono, Desa Ngaru-aru, Kecamatan Banyudono. Kedua, terjadi Senin (7/7), di pinggiran jalan Dukuh Banteng, Desa Kuwiran, Kecamatan Banyudono. Bayi itu dibungkus tas kresek. Ketiga, pertengahan September di pinggiran jalan desa wilayah Kecamatan Banyudono dalam kondisi meninggal. Keempat, yang kini dirawat dukun bayi Pariyem. (shj-58s) |