
| Jumat, 24 Oktober 2003 | Sala |
Bupati ''Pagari'' PNS agar Tak BerpolitikSRAGEN-Benarkah Bupati Sragen H Untung Wiyono dan Sekda Drs H Srimoyo Tamtomo SH MM berseberangan secara politik? Selama ini, belum diketahui pasti apakah dua pejabat penting di Kota Sukowati yang tampak kompak dan sering bersama itu memiliki haluan politik yang berbeda. Yang jelas, H Untung menjabat Bupati atas dukungan PDI-Perjuangan melalui wakilnya di DPRD. Adapun Srimoyo sebagai pejabat karier di kala Orde Baru termasuk fungsionaris Golkar (kini Partai Golkar). Bahkan sewaktu masih menjabat Camat Jebres, Solo, pada 1983, kiprah dan loyalitas Srimoyo kepada Golkar tidak diragukan lagi. ''Meski Pak Moyo itu kelihatan sering dekat saya, tapi saya tidak tahu dia nyoblos (partai) apa,'' kata Bupati H Untung, saat memberikan sambutan Dialog Forum silaturahmi Muspida dengan 28 pimpinan partai politik di pendapa rumah dinas bupati, Rabu (22/10) lalu. Untung mengungkapkan, hak Srimoyo untuk mencoblos partai apa saja. Sebab coblosan pemilu dilakukan secara langsung, umum, bebas, dan rahasia di bilik suara yang tertutup. ''Masa saya mau ngintip kan nggak mungkin,'' gurau Bupati. Srimoyo yang berkumis lebat saat disindir tampak tersenyum lebar disaksikan Kapolres AKBP Drs Charles Himler Ngili serta Dandim 0725 Letkol Inf Bambang BK. Diperoleh keterangan, meski termasuk pembina PDI-Perjuangan, Bupati H Untung dikenal tidak menunjukkan gregetnya secara terbuka ''mengampanyekan'' PDIP. Dia memilih memegang prinsip untuk memagari 13.200 PNS agar tidak ikut berkampanye atau terlibat partai politik tertentu. Kegiatan Politik Dalam beberapa kali kesempatan kunjungan ke desa, dia berpesan agar para PNS tidak berpolitik. Jika nekat berpolitik untuk partai tertentu, dia tidak segan-segan melayangkan teguran atau peringatan keras. Bahkan jika masih nekat, bupati mengancam akan menskors. ''Sesuai dengan kewenangan yang saya miliki, saya bisa menskors PNS yang ikut berpolitik,'' katanya. Bupati mengakui, sikap tegasnya itu seperti ngijeni atau inisiatif sendiri, karena tidak dilakukan sejumlah bupati lain di wilayah Surakarta. Baik H Untung maupun H Srimoyo selama ini belum terpantau melakukan kegiatan politik praktis, apalagi memobilisasi massa atau mengimbau massa mendukung partai tertentu. Sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Sragen yang dimintai konfirmasi soal dukungannya dalam Pemilu 2004 kelak, mereka menyatakan belum berpikir ke sana. ''Nonton kahanan to Mas,'' tutur pejabat yang murah senyum itu. (nin-34s) |