
| Jumat, 24 Oktober 2003 | Sala |
Longak-longok, Tertebak Juga"TAHU jingle-nya produk Mentari?" Begitu tanya Puspita, salah seorang kru Satelindo Solo kepada beberapa anak baru gede (ABG) yang ditemui di pinggir jalan. Dengan semangat, ketiga remaja putri itu langsung menyanyikan lagu yang selama ini menjadi trade mark kartu perdana untuk telepon seluler tersebut. "Mentari kurindu padamu..." Sambil sedikit menggoyangkan badan dan melambaikan tangannya, seolah bergaya bak penyanyi betulan. "Betul, Anda berhak memperoleh hadiah dari kami," kata dia sambil menyerahkan sebuah bungkusan yang isinya sebuah kartu perdana. Adegan berikutnya, tiga remaja yang masih mengenakan seragam sekolahnya itu diminta menyebutkan produk terakhir yang sedang ngetren. Ternyata ketiganya hanya longak-longok, tidak tahu. Ketika menebarkan pemandangan di sekitar lokasi, mereka menemukan beberapa spanduk dari perusahaan itu. Isinya tentu informasi tentang produk yang dikeluarkan. Ternyata, meski setengah menebak-nebak, mereka menyebut produk "Paket Mudik" di spanduk itu. "Betul," jawab Puspita. Jadilahs mereka mengantongi lagi hadiah. Adegan itu adalah rangkaian dari safari keliling enam kota di eks Karesidenan Surakarta (Wonogiri, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Boyoali, dan Klaten) yang dilakukan Satelindo bersama Putri Solo Radio. "Kami ingin mengetahui langsung dari masyarakat yang selama ini menjadi konsumen kami, sejauh mana mereka mengenal dan memakai," ujar Syamsul Bachtiar, Koordinator Komersial Satelindo. Bermanfaat Hasil safari itu memang dirasakan bermanfaat. Misalnya ketika beraudiensi dengan Bupati Boyolali, dr Djaka Sriyanta, diperoleh keterangan, Pemkab sangat mengharapkan operator seluler tersebut bisa membantu membuka daerah-daerah yang selama ini potensial untuk berkembang. "Tetapi mereka memang terkendala alat komunikasi, sehingga potensi daerah itu tidak tergali, tidak terpasarkan. Kalau ada alat komunikasi yang memungkinkan, saya kira daerah itu bisa terbuka dan lebih maju," katanya. Pengalaman lain, diceritakan dalang Ki Djoko Sunarno dari Kacangan, Boyolali. Sebelumnya dia tidak banyak memperoleh tanggapan, karena sulit dihubungi dan tidak punya alat komunikasi. Jaringan telepon belum bisa menjangkau daerah itu. "Ketika Satelindo membuka daerah itu dengan TSR (telepon seluler rumah), Ki Joko langsung memanfaatkan. Hasilnya, kini dia semakin berkibar dan banyak tanggapan, sebab yang akan nanggap mudah menghubungi," tuturnya. (Joko Dwi H-17k) |